
Legislator: sebaiknya PLN perbaiki sistem prabayar

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Anggota Fraksi Hati Nurani Rakyat DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua, menyatakan sebaiknya PT PLN (persero) memperbaiki sistem prabayar karena banyak pelanggan yang mengeluh.
"Sampai sekarang masih ada keluhan pelanggan yang menggunakan meteran prabayar, seperti kesesuaian nilai, ketepatan penggunaan dan kenyamanan," kata Rudy di Tanjungpinang, Selasa.
Ia khawatir kebijakan penggantian meteran pascabayar dengan meteran prabayar mulai Februari 2018 menimbulkan permasalahan jika keluhan pelanggan tidak diatasi.
"Semua pelanggan di bawah 5.500 VA harus diganti ke meteran prabayar. Sebaiknya PLN meningkatkan sosialisasi tentang rencana tersebut karena masih banyak masyarakat yang komplain terhadap pelayanan prabayar apalagi kalau semua diwajibkan harus ganti ke token, tentu akan menimbulkan keresahan dan gejolak di masyarakat," ujarnya.
PT Perusahaan Listrik Negara (persero) Rayon Tanjungpinang Kota mengganti meteran pascabayar dengan meteran prabayar di seluruh rumah pelanggan mulai Februari 2018.
Manajer PT PLN Rayon Tanjungpinang Kota, Zul Hardi, mengatakan, sosialisasi penggantian meteran menjadi prabayar dilaksanakan di dua kawasan di Tanjungpinang.
Menurut dia, sosialisasi seperti itu kurang efektif karena membutuhkan energi yang banyak dan waktu yang lama.
Karena itu, PLN akan meminta bantuan RT dan RW menyosialisasikan kebijakan tersebut.
"Kami akan menyosialisasikan kebijakan itu dalam Forum RT dan RW," katanya.
Migrasi meteran pascabayar menjadi prabayar di seluruh rumah pelanggan itu berdasarkan keputusan pusat.
"Butuh tenaga teknis yang banyak, Kami akan menyiapkan tenaga teknis untuk mengganti meteran listrik tersebut," ujarnya.
Zul mengemukakan, satu orang tenaga teknis dapat mengganti 6-7 meteran dalam sehari. Sementara jumlah pelanggan PLN di wilayah kerja Tanjungpinang mencapai 102.000 rumah.
"Penggantian meteran dilaksanakan selama tahun 2018," ujarnya.
Ia mengatakan pelanggan dapat memberi pulsa listrik setelah meteran diganti. Penggantian meteran tidak dikenakan biaya. Pelanggan juga dapat mengatur sendiri penggunaan KWH sesuai kebutuhan, dan dapat menghemat pemakaian listrik.
Penggunaan meteran prabayar ini juga menghindari pemutusan terkait tunggakan listrik.
"Privasi rumah juga tetap terjaga, terutama untuk rumah dengan pagar terkunci," ucapnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
