Rangka 11 meter terdampar di Tambelan

id rangka di tambelan,rangka makhluk,rangka aneh di tambelan,makhluk raksasa langka

Rangka makhluk aneh dengan panjang 11 meter yang ditemukan warga Tambelan Usman. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Seperti kulit sapi. Sejak melihat itu, terlintas niat untuk membawa pulang ke Pulau Tambelan dan memberitahu kepada masyarakat bahwa Tambelan memiliki makhluk raksasa langka
Bintan (Antaranews Kepri) - Rangka makhluk sepanjang 11 meter ditemukan terdampar di pesisir Pulau Betundak Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau .

Rangka makhluk yang belum diketahui spesiesnya tersebut, awalnya ditemukan oleh Usman (54) yang sedang mencari nafkah dengan menjaring ikan di area pantai Pulau Betundak, Kamis (8/2) sekitar pukul 11.00WIB. 

"Ketika sedang menjaring ikan, saya mencium aroma tidak sedap, setelah ditelusuri ternyata ada tulang besar terdampar," ungkap Usman, Selasa.

Menurut Usman, ketika diperhatikan lebih dekat, ia melihat sebagian kecil tulang masih diselimuti kulit berbulu.

"Seperti kulit sapi. Sejak melihat itu, terlintas niat untuk membawa pulang ke Pulau Tambelan dan memberitahu kepada masyarakat bahwa Tambelan memiliki makhluk raksasa langka," tuturnya.


Usman mengaku, proses pemindahan rangka tersebut dilakukan sendiri sebanyak 9 kali pengangkutan.

Ia mengatakan, jarak dari lokasi ke Pulau Tambelan itu sendiri memakan waktu sekitar satu jam perjalanan laut menggunakan pompong kayu.

Nelayan tradisional itu mengatakan bahwa rangka aneh tersebut akan disumbangkannya ke Pemerintah Kabupaten Bintan, sebagai bukti kekayaan alam Bintan yang sangat langka.

"Semoga Pemerintah Bintan bisa merespon baik niat ini," ujarnya.

Tambah Usman, pada 1994 silam, ia adalah orang yang juga menemukan rangka yang sama di pesisir pulau yang sama. Namun, kondisinya sudah tidak terawat dan kini berada di Rumah Adat Tambelan di Tanjungpinang.

"Jadi saya sudah menemukan dua kali rangka makhluk yang sama di pesisir Pulau Betundak Kecamatan Tambelan," ungkapnya.

Editor : Rusdianto 
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar