
Rangka terdampar di Tambelan diduga paus baleen
Kamis, 15 Februari 2018 05:57 WIB

Pelatih penanganan mamalia laut terdampar tersebut mengatakan, penemuan rangka di Tambelan bisa berhubungan dengan jalur migrasi mamalia laut
Bintan, 14/2 (Antara Kepri) - Whale Stranding Indonesia menduga rangka sepanjang 11 meter yang terdampar di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan adalah paus baleen.
Dugaan tersebut disampaikan Database Manager Whale Stranding Indonesia, Feby kepada Antara Biro Kepri, terkait pemberitaan "Rangka 11 meter terdampar di Kecamatan Tambelan".
Baca juga: Rangka 11 meter terdampar di Tambelan
"Berdasarkan foto yang ada dan deskripsi Antara, kemungkinan besar itu baleen whale atau paus baleen," kata Feby yang menghubungi Antara Biro Kepri dari New Zealand.
Pelatih penanganan mamalia laut terdampar tersebut mengatakan, penemuan rangka di Tambelan bisa berhubungan dengan jalur migrasi mamalia laut.
Menurut dia, berdasarkan hasil survey, selama ini jalur migrasi paus baleen untuk Indonesia berada di daerah Kalimantan dan Selat Makasar atau daerah Indonesia timur.
"Untuk Kepulauan Riau belum pernah ada survei sepengetahuan saya. Untuk mengetahui persisnya lokasi migrasi paus baleen di Kepri, harus melakukan survei lebih dulu," ungkap Feby.
Kata dia, survei tersebut juga untuk membuktikan dugaan bahwa rangka sepanjang 11 meter yang ditemukan di Tambelan adalah paus baleen. Serta mencari tau, benarkah perairan Kepri memiliki jalur migrasi yang baru untuk paus baleen di Indonesia.
Sebagai bagian dari yayasan Cetacean Sirenian Indonesia (Cetasi) yang didirikan untuk melindungi mamalia laut di kepulauan Indonesia, Feby mengaku beberapa dari paus baleen memang bisa ditemukan di perairan Indonesia.
"Kemungkinan Tambelan jadi wilayah yang dilewati paus tersebut, bisa saja," tegasnya.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Saud MC Kashmir
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
