Logo Header Antaranews Kepri

Kepala BNPT ceramahi personel Polda Kepri

Kamis, 22 Februari 2018 18:32 WIB
Image Print
Kepala BNPT RI, Komjen Pol Suhardi Alius (baju putih) usai memberikan arahan terhadap personel Polda Kepri, Kamis. (Antaranews Kepri/Danna Tampi)
Saya mendapat undangan dari Kapolda Kepri dan menyempatkan diri untuk semacam ceramah kepada personel Polda Kepri,

Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius "menceramahi" personel Polda Kepulauan Riau terkait nasionalisme dan bahaya radikalisme di wilayah tersebut.

Kepala BNPT Suhardi Alius, di Batam, Kamis, mengatakan, beberapa waktu lalu Provinsi Kepri memiliki peranan penting dan pernah dijadikan kelompok teroris sebagai lokasi persembunyian. Bahkan mereka mencoba untuk melakukan aksi teror namun berhasil ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri.

"Saya mendapat undangan dari Kapolda Kepri dan menyempatkan diri untuk semacam ceramah kepada personel Polda Kepri," kata Komjen Suhardi.

Suhardi menjelaskan, Provinsi Kepri khususnya Kota Batam pernah dijadikan tarnsit beberapa orang yang hendak berangkat menuju Syiria dengan terlebih dahulu ke Singapura. Maka dari itu dirinya hadir untuk memberikan pemahaman tersebut kepada personel Polda Kepri.

"Serta untuk mendeteksi aktivitas radikalisme termasuk melihat seluruh kegiatan di media sosial," katanya.

Kegiatan itu kata Suhardi bisa menjadi bekal bagi para personel Polda Kepri dalam setiap penugasan, terlebih kondisi geografis Provinsi Kepri yang didominasi lautan serta memiliki ribuan pulau-pulau untuk diawasi ekstra ketat guna menangkal gerakan radikalisme.

"Berapa pulau yang harus diawasi dan diamankan sementara personel terbatas," kata dia.

Dia berharap masyarakat di Provinsi Kepri juga harus mawas diri dan langsung melaporkan kepada penegak hukum apabila menemukan atau melihat ada kegiatan yang mencurigakan.

"Kita lihat bersama panjangnya garis pantai Kepri banyak kegiatan ilegal yang ditemukan, kemarin baru saja ditemukan sabu 1,3 ton dan sekarang 1,6 ton, mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal bagi mereka dalam setiap penugasan," pungkasnya. (Antara)

Editor : Pradanna Putra



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026