Waspada pergerakan jaringan teroris KGR di Kepri

id teroris,jaringan khatibah gonggong rebus,bnpt ri

Anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di jalan menuju rumah terduga teroris saat dilakukan penggeledahan oleh Tim Densus 88 Anti Teror Polri di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Jangan kaget kalau nanti ada yang akan tertangkap lagi dan masih ada kaitannya dengan yang lama, kita sedang kupas semuanya,
Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Badan Nasional Penanggungan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius menduga masih banyak jaringan kelompok teroris Khatibah Gonggong Rebus (KGR) yang sedang tiarap di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.

"Provinsi Kepri yang memiliki seribuan pulau sehingga sangat rawan disusupi teroris. Jangan kaget kalau nanti ada yang akan tertangkap lagi dan masih ada kaitannya dengan yang lama, kita sedang kupas semuanya," kata Suhardi usai memberikan arahan kepada personel Polda Kepri di Batam, Kamis.

Suhardi menjelaskan, provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam menjadi jalur favorit lalu lalang para teroris yang akan bertolak ke Suria, dan dari catatan Badan Nasional Penanggungan Terorisme (BNPT) jumlahnya sudah sangat banyak.

Kota Batam salah satunya yang dijadikan sebagai lintasan dan teroris itu kerap melakukan berbagai macam acara untuk dapat masuk dan menganggu wilayah Indonesia. 

"Karena kalau lewat Jakarta semua pasti termonitor bahkan ada yang dari Malaysia dulu baru lewat sini (Batam)," katanya.

Menurutnya Provinsi Kepri sangat mulai disusupi karena letak geografisnya dan kawasan tersebut memiliki garis pantai yang sangat panjang.

Sehingga pihaknya terus berusaha untuk mempersempit ruang gerak teroris untuk masuk ke Indonesia terutama di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam dengan terus melakukan pemantauan.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Enam Orang di Batam

Baca juga: Densus Sita Buku Panduan Teroris di Batam

Suhardi menambahkan, saat ini jaringan Khatibah Gongong Rebus (KGR) yang diamankan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri itu masih menjalani hukuman di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.   

Pihaknya juga terus memantau kegiatan para teroris di media-media sosial. Karena kata Suhardi media sosial merupakan cara yang paling sering dilakukan para teroris untuk mencuci otak masyarakat.

"Jaringannya jelas, itu bisa bangkit kembali kalau kita tidak hati-hati karena masih banyak simpatisannya dan bisa saja bangkit kembali," kata dia.

BNPT katanya kerap melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan harapan bisa menekan ruang gerak para teroris di Indonesia.(Antara)

Editor : Pradanna Putra
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar