Bintan manfaatkan penuh program padat karya

id Program Padat Karya Bintan,Alokasi Dana Desa Bintan

Lambang Kabupaten Bintan

Di tahun 2018 rata rata desa mendapatkan anggaran untuk digunakan Rp3 miliar, tidak jauh berbeda dengan tahun 2017, dan dikelola masing-masing desa
Bintan (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kabupaten Bintan memanfaatkan benar Program Padat Karya untuk memberdayakan masyarakat desa guna meningkatkan ekonomi dan pembangunan daerah.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Bintan Wan Rudi Iskandar di Bintan, Jumat, mengatakan Program Padat Karya Bintan 2018 dialokasikan kepada 36 desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD)  yang dikucurkan pemerintah pusat melalui APBN 2018.

Ia mengatakan Program Padat Karya bertujuan untuk mengatasi isu kemiskinan di desa yang erat kaitannya dengan masalah stunting atau kekerdilan di Indonesia.

"Regulasi tentang Program Padat Karya yang diarahkan kementerian, dialokasikan menggunakan dana desa, kegiatannya tidak boleh digunakan dengan sistem kontrak,  namun dikerjakan langsung masyarakat, ini menempatkan agar masyarakat dapat bekerja dan diupah langsung," ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah pusat mengalokasikan ADD untuk 36 desa berbeda-beda, sesuai dengan infrastruktur yang akan dibangun, rata-rata setiap desa mendapatkan ADD sekira Rp1,3 miliar hingga Rp1,8 miliar sesuai dengan rentang kendali.

Tidak hanya menghandalkan ADD, Pemkab Bintan juga menambahkaan alokasi pembangunan di desa dengan mengalokasikan anggaran sekira Rp1,5 miliar.

"Di tahun 2018 rata rata desa mendapatkan anggaran untuk digunakan Rp3 miliar, tidak jauh berbeda dengan tahun 2017, dan dikelola masing-masing desa," ujarnya.

Menurutnya, Program Padat Karya sangat membantu masyarakat yang ada di desa, terlebih dengan program pembangunan di pedesaan dikerjakan langsung oleh masyarakat dan masyarakat mendapatkan upah.

"Artinya uang yang beredar itu juga diperoleh tenaga kerja, masyarakat setempat dihargai jasanya," ujarnya.

Ia mengatakan bentuk nyata dari Program Padat Karya ADD dimanfaatkan masyarakat desa membangun jalan desa, sarana dan prasarana air yang dikelola sendiri oleh masyarakat desa.

"Mereka gotong royong bersama membangunnya, jasanya dibayarkan langsung, seperti pembangunan sarana sanitasi, dimulai menggali hingga menyalurkan air ke rumah-rumah. Pembangunannya  tidak diborongkan ke pihak swasta," ujarnya.

Prioritas Peningkatan Ekonomi

Bapelitbang Bintan tengah menyusun perencanaan pembangunan Bintan 2018, melalui 4 pilar ekonomi.

Menurut Wan Rudi Iskandar, pilar-pilar tersebut untuk meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat Bintan, meskipun diketahui menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri  pertumbuhan ekonomi Kepri stagnan.

"Kalau di Bintan tidak begitu berpengaruh, peningkatan keuangan dari sisi ekonomi mencapai 3 persen, secara ekonomi di Bintan kita punya kawasan ekonomi kita juga bagus meningkat 5,6 persen," ujarnya

Sementara rencana pembangunan 2018, 4 pembangunan pilar pembangunan meliputi pembangunan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, UMKM dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dan mendorong pembangunan infrastruktur swasta besar.

Selain itu pembangunan yang melibatkan masyarakat nantinya melalui penciptaan Kawasan Strategis Nasional (KSN), kawasan yang mempunyai kemudahan kepabeanan, kawssan FTZ, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Ini juga dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekala besar, dengan terbukanya kawasan ini, sehingga mempermudah untuk siapaun yang ingin berinvestasi, tentunya dengan investasi yang disiapkan dapat menampung tenaga kerja dari daerah sendiri, dengan demikian dapat dipastikan ekomoni akan meningkat," ujarnya.

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar