
Deklarasi anti terorisme dipenutupan Futsal IMKL Cup

"Ini adalah persoalan kemanusiaan, dan tentunya menjadi tanggung jawab kita semua sebagai bangsa Indonesia, mereka tidak boleh diberi celah lagi," ujar Kapolres.
Lingga (Antaranews Kepri) - Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi ikut deklarasikan Anti Terorisme Radikalisme, saat menutup kegiatan Futsal IMKL Cup yang digelar disalah satu lapangan futsal di Engku Putri Kota Tanjungpinang.
"Terorisme adalah musuh bangsa Indonesia, musuh agama dan musuh semua umat manusia," kata Kapolres Tanjungpinang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ucok Lasdin Silalahi didampingi para Kasat dan Kabag di jajaran Polres Tanjungpinang kepada Antara, Senin.
Untuk menciptakan Kota Tanjungpinang yang aman dan damai, dalam menghadapi Pilkada yang sebentar lagi akan dihelat di Kota Gurindam ini, serta isu-isu terorisme dan radikalisme yang terjadi, dirinya ingin melibatkan semua komponen masyarakat. Mulai dari mahasiswa, organisasi-organisasi pemuda, rekan-rekan wartawan dan pemilik media, para tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat Tanjungpinang.
Deklarasi yang diikuti seluruh mahasiswa lintas kabupaten/kota tersebut mengutuk serangan terorisme yang terjadi di Surabaya dan beberapa wilayah di Jawa Timur. Isi deklarasi tersebut juga mengajak seluruh pemeluk agama untuk sama-sama mengutuk tindakan, yang telah menghilangkan nyawa belasan orang warga sipil dan sedikitnya enam orang petugas kepolisian yang terjadi di Mako Brimob dan Surabaya.
"Ini adalah persoalan kemanusiaan, dan tentunya menjadi tanggung jawab kita semua sebagai bangsa Indonesia, mereka tidak boleh diberi celah lagi," ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan tersebut Sayed Karzeki mengatakan, sebagai komponen mahasiswa dirinya bersama rekan-rekan lainnya juga akan mengajak seluruh komponen mahasiswa untuk bersatu padu melawan terorisme. Mahasiswa harus lebih berperan aktif mencegah masuknya paham-paham radikalisme ke kampus-kampus khususnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Dirinya juga mengatakan akan siap menjadi garda terdepan membantu pihak Kepolisian dalam menangkal paham-paham radikal di Kota Tanjungpinang. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah saatnya mahasiswa sebagai bagian dari terjadinya demokrasi di Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga bangsa ini dari paham-paham radikal yang anti Pancasila.
"Jangan beri ruang lagi untuk para teroris dan paham radikal, kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencegah paham-paham ini," sebutnya.
Sementara itu kegiatan futsal yang dirintis oleh Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Kota Tanjungpinang tersebut, berlangsung hanya dua hari dengan sistim gugur. (Antara)
Pewarta : Nurjali
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
