
Batam bangun sistem pengurusan KTP hindari calo

Ia berharap rencana pemerintah itu didukung semua pihak, termasuk legislator dan Pemprov Kepri, karena fasilitas pelayanan dengan sistem yang terkomputerisasi itu membutuhkan biaya besar dan belum bisa disanggupi dalam tahun ini.
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau tengah membangun sistem khusus pengurusan Kartu Tanda Penduduk dan administrasi kependudukan lainnya demi menghindari praktek percaloan.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam keterangan pers di Batam, Kamis, menyatakan Pemkot mencoba mengadopsi sistem kependudukan di Thailand yang terintegrasi.
"Di Thailand, pemerintah tahu kalau ada warganya yang hamil. Jadi, sejak lahir sampai meninggal pemerintah mengetahuinya," kata dia.
Ia berharap rencana pemerintah itu didukung semua pihak, termasuk legislator dan Pemprov Kepri, karena fasilitas pelayanan dengan sistem yang terkomputerisasi itu membutuhkan biaya besar dan belum bisa disanggupi dalam tahun ini.
"Percaloan akan tertutup sendiri dengan sistem yang kita bangun nanti," kata dia.
Ia mengakui, sarana dan prasarana di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga memungkinkan adanya praktek percaloan.
"Mau diakui atau tidak kita akui, praktek percaloan saya duga masih ada disana. Namun, kita terus berupaya untuk menyelesaikannya," kata Rudi.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar menilai, pelayanan Disdukcapil Batam belum maksimal.
"Dari hasil aspirasi warga dan pantauan kami di lapangan, kami menemukan beberapa persoalan dari pelayanan di Disdukcapil ini. Kami menemukan beberapa fasilitas sarana dan prasarana disana kurang memadai," kata dia.
Dalam inspeksi mendadak, DPRD Kepri menemukan penumpukan dokumen dan antrean relatif panjang.
Ia meminta pemerintah mencari solusi, agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal.
Sekretaris Komisi I DPRD Kepri Sukhri Fahrial juga menyoroti minimnya pegawai yang bertugas di sana.
Menurut dia, kurangnya petugas yang menyebabkan penumpukan dokumen.
"Saya meminta agar Pemkot dapat memperbanyak petugas di sana," kata Sukhri. (Antara)
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
