Pemudik dari pelabuhan Karimun masih ramai

id KSOP Tanjung Balai Karimun,Ridwan Chaniago,arus mudik,lebaran,penumpang,pelabuhan karimun

Suasana arus mudik di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Tahun ini kepadatan penumpang agak merata, tidak menumpuk pada satu atau dua hari. Hal ini disebabkan cuti bersama yang lebih panjang dibandingkan tahun lalu
Karimun (Antaranews Kepri) - Pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau pada H-2 Lebaran terpantau masih ramai, namun tidak ada penumpukan penumpang.

"Masih ramai namun tidak seramai pada hari sebelumnya, dan tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan," kata Ridwan Chaniago Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Ridwan Chaniago menjelaskan, hingga Rabu siang, jumlah penumpang yang turun di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun tercatat sebanyak 2.337 orang. Sedangkan penumpang yang turun di pelabuhan internasional sebanyak 2.030 orang.

Sementara pada sore hari, ratusan penumpang juga masih memadati pelabuhan, antara lain penumpang untuk jurusan Batam, Tanjungpinang, kemudian jurusan Provinsi Riau yakni Selatpanjang, Tanjungsamak, Buton, Bengkalis dan Sei Pakning.

Ia mengatakan, penumpang yang paling ramai berada pada jurusan Provinsi Riau, terutama Selatpanjang, Tanjungsama dan Buton.

Meski masih ramai, kata Ridwan, semua penumpang masih bisa diangkut dengan kapal-kapal yang telah disiapkan, tanpa mengerahkan armada cadangan.

"Tahun ini kepadatan penumpang agak merata, tidak menumpuk pada satu atau dua hari. Hal ini disebabkan cuti bersama yang lebih panjang dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Ia mengatakan arus penumpang relatif aman dan lancar. Petugas melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas penumpang dan keberangkatan kapal ke semua jurusan.

"Insyah Allah, sampai hari ini tidak ada kecelakaan atau `zero accident`," kata dia.

Untuk memastikan kapal tidak berangkat melebihi kapasitas, salah satu langkah yang dilakukan, menurut dia dengan memastikan setiap penumpang memiliki tiket dan "boarding pass" yang berfungsi untuk memonitor jumlah penumpang.

"Setiap kapal harus membawa penumpang sesuai manifest, dan sesuai pula dengan kapasitas," katanya.

Seorang penumpang tujuan Selatpanjang, Marini mengaku tidak kesulitan mendapatkan tempat duduk.

"Kalau di ruang tunggu memang tidak bisa penuh, karena sudah penuh. Kami hanya bisa duduk di kursi dalam tenda," kata dia.

Marini mengaku puas dengan pelayanan yang dilakukan petugas yang mengatur lalu lintas penumpang.

"Lumayan bagus, petugas bersikap tegas terhadap mereka yang tidak berkepentingan agar tidak menganggu jalur lalu lintas penumpang," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, arus penumpang di pelabuhan domestik maupun internasional Tanjung Balai Karimun cukup ramai pada pagi hingga pukul 14.30 WIB.

Tenda tambahan yang disiapkan PT Pelindo 1 untuk menampung penumpang dipenuhi para pemudik namun tidak ada yang tidak kebagian tempat duduk.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar