
Petugas larang kapal Dabo-Batam berangkat karena overkapasitas

Kami memiliki tanggung jawab jika dibiarkan berangkat ini akan sangat berbahaya, apalagi kondisi musim kurang baik saat ini
Lingga (Antaranews Kepri) - Petugas Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Dabosingkep melarang kapal tujuan Batam karena overkapasitas, dan baru diizinkan berlayar setelah tertunda sekitar dua jam dari jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 08.00 WIB, Selasa.
"Kondisi penumpang sudah melebihi kapasitas sehingga kita tidak berani mengizinkan berangkat," kata ketua tim Sahbandar Dabosingkep Jumadi, kepada Antara saat ditemui di Pelabuhan Dabosingkep.
Akibat penundaan tersebut banyak penumpang yang protes kepada petugas, karena sudah mengantongi tiket yang legal dari agen. Setelah melakukan negosiasi, akhirnya petugas dibantu oleh Kapolsek Singkepbarat Ipda Idris yang turun langsung dalam operasi tersebut, memutuskan untuk melakukan penambahan armada yang kebetulan sudah disiapkan oleh operator.
Beberapa penumpang mengaku kecewa dengan sikap agen kapal MV. Sabang Marindo yang menjual tiket tidak sesuai dengan kapasitas dan tanpa mempersiapkan kapal tambahan. Kelebihan penumpang tersebut mencapai seratus orang penumpang, petugas yang berjaga saat operasi ketupat seligi mengaku terpaksa meminta kapten kapal untuk menunda keberangkatan karna kondisi penumpang sudah membludak bahkan ada yang berdiri.
"Kami memiliki tanggung jawab jika dibiarkan berangkat ini akan sangat berbahaya, apalagi kondisi musim kurang baik saat ini," sebutnya.
Setelah tertunda hampir dua jam kapal akhirnya berangkat sekitar pukul 10.30 waktu setempat, dan kapal tambahan Superjet 15 yang biasanya berangkat tujuan Tanjungpinang pada hari ini diberangkatkan ke Batam. Atas kejadian ini kapolsek Singkepbarat mengharapkan agar masyarakat tidak memaksakan diri jika kapasitas kapal sudah penuh, karna hal tersebut menyangkut keselamatan penumpang itu sendiri.
Selain itu dirinya mengatakan pihak agen diharapkan agar lebih profesional dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang, sehingga penjualan tiket dapat dikontrol sesuai dengan kapasitas kapal.
Ditemui terpisah, agen kapal Ayun mengatakan pihaknya sudah menjual tiket sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas kapal, dan jika terjadi hal-hal di lapangan ada tiket yang terjual melebihi kapasitas pihaknya tidak bertanggung jawab karena menurutnya hal itu terjadi diluar dari tanggung jawab agen.
"Saya sudah menjual sesuai dengan kapasitas dan kalau ada kelebihan tiket di lapangan itu kesalahan petugas dilapangan, dan akan saya cari," sebutnya kesal. (Antara)
Pewarta : Nurjali
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
