Wisata alternatif Kampung Terih bidik wisman Asia

id Pariwisata batam,Pariwisata kepri,Kampung terih

Warga berswafoto di kawasan objek wisata hutan mangrove Kampung Tua Terih, Batam, Kepulauan Riau. Objek wisata yang baru ini dikelola komunitas pemuda Penjelajah Alam Kepri (Pari) menjadi destinasi wisata alam baru di Kota Batam. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Kampung Terih adalah objek wisata alternatif yang dibangun warga setempat dan komunitas lingkungan serta pariwisata.
Batam (Antaranews Kepri) - Wisata alternatif yang dibangun warga dengan komunitas lingkungan dan wisata Kampung Terih di Kota Batam Kepulauan Riau membidik kunjungan wisatawan manca negara asal Asia.

"Kami sudah bekerja sama dengan agen travel di Bali, jadi setiap ada wisman asal Asia yang ingin melanjutkan perjalanan ke Batam, akan dibawa ke sini," kata aktivis Komunitas PARI yang ikut mengelola Wisata Kampung Terih, Ader di Batam, Sabtu.

Pengelola Kampung Terih dengan perwakilan agen travel telah menandatangani nota kesepahaman untuk mendatangkan sekitar 2.000 wisman sepanjang 2 tahun.

Ia mengatakan sejak nota kesepahaman dibuat sebelum Ramadhan, sekitar 100 wisman sudah singgah di lokasi wisata itu.

"Lumayan, jumlahnya tidak tetap setiap pekan," kata dia.

Pengelola Kampung Terih juga bekerja sama dengan hotel di sekitar kawasan pariwisata Nongsa untuk mendatangkan tamunya ke sana.

Kampung Terih adalah objek wisata alternatif yang dibangun warga setempat dan komunitas lingkungan serta pariwisata.

Di sana, pengelola membangun sejumlah lokasi foto untuk pengunjung berswafoto maupun berfoto bersama teman dan keluarga dengan berbagai tema.

Pengelola juga membangun jalan setapak dengan alas kayu untuk mengunjung yang ingin menyusuri hutan bakau dengan berjalan kaki.

Kini, wisata kampung terih juga mulai menyediakan wisata melintasi hutan bakau dengan kapal kayu.

Pengunjung lokal yang ingin menikmati keunikan Kampung Terih cukup membayar Rp5.000 setiap orang.

"Setiap akhir pekan, sekitar 100 orang pengunjung datang untuk bersantai dan berfoto," kata dia.

Sementara itu, seorang pengunjung menyatakan menikmati kunjungannya di Kampung Terih.

"Sebagai tempat wisata alternatif yang dibangun dan dikelola sendiri oleh warga, ini sangat menarik, apalagi Batam sangat minim dari objek wisata, hanya mal dan mal," kata dia. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar