Wakil Wali Kota: Batam siap terapkan OSS

id Wakil Wali Kota Batam,Amsakar Achmad,OSS,online single submission

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad (Antaranews Kepri/Danna Tampi)

Batam paling siap, sekarang 71 perizinan sudah `online` semua. Fasilitas OSS yang diamanatkan PP juga sudah dimiliki Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Wakil Wali Kota Batam, Kepulaua Riau, Amsakar Achmad menyatakan Kota Batam siap menerapkan sistem perizinan terintegrasi secara elektronik atau "online single submission" (OSS) karena telah memiliki infrastruktur yang lengkap.

"Batam paling siap, sekarang 71 perizinan sudah `online` semua. Fasilitas OSS yang diamanatkan PP juga sudah dimiliki Batam," kata Amsakar usai pelatihan teknis pelaksanaan OSS di Batam, Selasa.

Baca juga: Batam jadi pusat pelatihan OSS

Mal Pelayanan Publik Batam telah mengintegrasikan sedikitnya 71 perizinan yang disusun melalui sistem dalam jaringan. Secara tidak langsung, yang diterapkan MPP mirip dengan OSS.

"Batam, prinsipnya mau pakai OSS atau tidak, pelayanan kita sudah berjalan pada relnya," kata dia.

Ia mengatakan, begitu Presiden menginstruksikan OSS diterapkan di seluruh daerah, Pemkot Batam langsung menyambutnya, dan segera menerapkannya. Meski waktu itu, Pemkot belum diberi kata sandi memasuki sistem itu.

"Saya dan Pak Wali termasuk bukan orang yang tidak suka menunggu. Konsepnya sudah ada, makanya kami mendesak Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mengerjakannya. Sudah tidak bicara di tatanan konsep lagi, langsung buat pelatihan," kata Amsakar.

Ia berharap sistem yang dirancang pusat bisa digunakan dengan mudah, minimal semudah dan selancar MPP yang sudah diterapkan, agar pelayanan tidak mundur.

"Kalau diterapkan, itu harus lebih mudah. Kalau tidak, maka tidak ada gunanya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pelaksanaan OSS tidak membutuhkan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), seperti yang diinformasikan sebelumnya. Menurut dia, terdapat aplikasi yang tanpa dan dengan tata ruang.

"RDTR sudah tidak ada masalah, karena kebanyakan daerah juga belum memiliki RDTR, sehingga tidak bisa dipaksaka. Ada aplikasi yang sudah dimodifikasi," kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan pelatihan OSS diperlukan agar semua pihak memahami pelaksanaannya.

"Pelatihan ini diikuti 25 kawasan industri, ada juga dari notaris dan 250 orang petugas dari Pemkot," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar