Pilot maskapai asing keluhkan sinar laser di Batam

id sinar laser,penerbangan

Petugas pengatur lalu lintas udara (ATC). (Ist)

Cahaya laser tersebut berasal dari pada pedagang kaki lima yang berdagang di sekitar Botania dan Batu Besar, Nongsa Kota Batam.
Batam (Antaranews Kepri) - Hingga saat ini sinar laser masih menjadi keluhan para pilot maskapai asing ketika terbang di ruang udara Indonesia khususnya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

General Manager Airnav cabang Batam, Mi'wan Muhammad Bunay, di Batam, Rabu, mengatakan gangguan sinar laser yang diterima pihaknya sudah terjadi dua kali pada 2018.

"Laporan yang kita terima gangguan laser terjadi pada Januari satu kali dan Maret satu kali," kata dia.

Mi'wan mengatakan, gangguan laser kerap dikeluhkan pilot maskapai penerbangan Singapura saat melitas di ruang udara Kota Batam pada malam hari.

Cahaya laser tersebut berasal dari pada pedagang kaki lima yang berdagang di sekitar Botania dan Batu Besar, Nongsa Kota Batam.

"Mengatasi masalah laser ini kita sudah bersurat ke Wali Kota, karena kewenangan yang mengeksekusi bukan kita tapi Pemkot dan aparat keamanan," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, kata Mi'wan sudah pernah dilakukan konferensi pers di BP Batam terkait sinar laser pada 2017 lalu.

"Surat dari Dirjen Perhubungan Udara juga sudah disebarkan kepada walikota dan bupati-bupati se-Indonesia karena kejadian ini tidak hanya di Batam saja tapi wilayah lain di Indonesia," katanya.

Tidak hanya sinar laser, beberapa waktu lalu di wilayah udara Kota Batam pernah terjadi gangguan balon udara.

"Tapi tidak signifikan dan tidak besar seperti di Jawa," kata Mi'wan.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar