
Presiden dijadwalkan remikan Dam Sei Gong Desember

Batam (Antaranews Kepri) - Presiden Joko Widodo direncakanan akan meresmikan Dam Sei Gong yang berada di Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Desember mendatang.
Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan mengatakan, saat ini pekerjaan Dam Sei Gong sudah 95 persen dan dalam waktu dekat akan dilakukan pengenangan.
"Rencananya akan diresmikan bapak Presiden akhir tahun ini," kata Binsar di Batam, Jumat (26/10).
Binsar menambahkan, saat ini seluruh pakar dan pengelola bendungan di Indonesia sedang berkumpul di Kota Batam untuk membahas permasalahan yang kerap terjadi di dam.
"Dalam pertemuan tersebut kita sharing, masalah apa-apa saja yang sering terjadi di 500 sampai 600 bendungan yang ada di Indonesia," ujarnya.
Para pakar tersebut lanjutnya, akan melakukan peninjauan ke Dam Sei Gong guna meminimalisir gangguan dari waduk tersebut saat sudah dioperasikan.
"Kunjungannya direncanankan Jumat (26/10) sehingga nanti akan kita dapati improvement seperti apa," katanya.
Sementara, Deputi IV Bidang Sarana dan Prasarana Lainnya Badan Pengusahaan (BP) Batam Eko Budi Soepriyanto mengatakan, setelah dilakukan pengenangan selanjutnya akan dilakukan 'flushing' dengan air hujan.
Kata Eko, flushing diperkirakan memakan waktu sekitar dua sampai tiga tahun ke depan. Katanya, flushing dilakukan karena air yang pertama kali menggenangi Dam Sei Gong adalah air laut. Sehingga perlu dilakukan pencampuran agar air menjadi tawar.
Air di dam tersebut kata Eko, baru dapat disalurkan kepada masyarakat pada 2021 mendatang. Eko menambahkan, Dam Sei Gong dapat menyalurkan air sekitar 600 liter per detik dan akan disuplai ke seluruh Kota Batam.
"Nanti airnya ditarik ke reservoar kemudian disalurkan ke seluruh wilayah di Kota Batam," paparnya.
Saat ini lanjut Eko, kebutuhan air bersih di Kota Batam mencapai empat ribu liter per detik. Air bersih tersebut kata Eko, paling banyak disuplai dari Dam Duriangkang.
"Kontribusi Dam Duriangkang itu sekitar 70 persen dan dam-dam lainnya hanya 30 persen," ujarnya.
Eko melanjutkan saat ini Kota Batam memiliki tujuh waduk dan jumlah tersebut akan terus bertambah sering dengan tingginya populasi manusia di kota industri tersebut.
"Potensi waduk lainnya nanti bisa dibangun lagi di Rempang dan Galang Baru," pungkasnya.(
Pewarta : Messa Haris
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
