Legislator: proyek Gurindam 12 tidak dibahas banggar

id gurindam 12,hotman hutapea,tanjungpinang

Ilustrasi: Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyaksikan groundbreaking proyek Gurindam 12 di Tanjungpinang, Jumat (12/10). (Antaranews Kepri/Ogen)

Apapun yang terjadi, proyek itu tetap dilaksanakan. Tahun 2019 kembali dianggarkan Rp192 miliar
Tanjungpinang (ANTARA News) - Proyek jalan lingkar Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang senilai Rp530 miliar tidak pernah dibahas Badan Anggaran, kata Ketua Komisi II DPRD Kepri, Hotman Hutapea.

"Akhir tahun 2017, menjelang pengesahan anggaran murni 2018 tiba-tiba nama proyek itu. Tentu kami kaget," ujarnya saat dihubungi Antara di Tanjungpinang, Minggu.

Hotman mengatakan proyek itu muncul di saat Kepri mengalami defisit anggaran sehingga Fraksi Keadilan Sejahtera-Persatuan Pembangunan menolaknya, sementara Fraksi Demokrat dan Fraksi Golkar menyetujuinya jika anggaran memadai.

Tahun ini, kata dia Pemprov Kepri mengalami defisit anggaran sekitar Rp500 miliar.

"Apapun yang terjadi, proyek itu tetap dilaksanakan. Tahun 2019 kembali dianggarkan Rp192 miliar," ujarnya.

Proyek Gurindam 12 dilaksanakan melalui sistem tahun jamak. Tahun 2018 dialokasikan anggaran Rp100 miliar, kemudian tahun 2020, sisanya. Kondisi ini yang menyebabkan defisit anggaran sulit ditanggulangi sehingga kas daerah menjadi kosong.

"Tentu ini menjadi beban keuangan daerah," katanya.

Akibatnya, banyak kegiatan di Pemprov Kepri yang tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV tahun 2018 yang dimulai hari ini.

"Saya pikir Pemprov Kepri untuk hal tertentu gagal dalam perencanaan," ujarnya.

Berdasarkan data Antara, tim dari Pemprov Kepri mulai melobi warga, setelah proyek jalan lingkar Gurindam 12 ditetapkan.

"Ini tidak lazim. Seharusnya, itu (lobi kepada warga) dilakukan sebelum proyek itu diusulkan kepada DPRD Kepri," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar