Logo Header Antaranews Kepri

Kadinkes: balita gizi kurang belum perlu dirujuk

Kamis, 31 Januari 2019 09:28 WIB
Image Print
Perhimpunan Melayu Raya mengunjungi dan memberikan bantuan untuk balita yang mengalami gizi kurang, Rabu (30/1). (Antaranews Kepri/istimewa)

Karimun (ANTARANews Kepri) - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rachmadi menyatakan balita yang mengalami gizi kurang, Muhammad Abizar Zawali belum perlu dirujuk ke rumah sakit.

"Kalau melihat kondisinya, belum perlu dirujuk ke rumah sakit tapi harus diberikan asupan gizi yang cukup, terutama ibunya karena dia mendapatkan ASI eksklusif," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Muhammad Abizar Zawali merupakan bayi berusia 6 bulan, putra pasangan Rio dan Kaswati, warga perumahan Taman Mutiara Karimun, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral.

Kasus gizi kurang yang dialami Abizar mencuat setelah beberapa media "online" memberitakan bahwa Abizar belum mendapatkan penanganan medis karena masih mengantongi identitas kependudukan atau KTP Batam.

Rachmadi menyatakan siap memfasilitasi agar Abizar dan keduanya orang tuanya bisa mengurus surat pindah di Batam untuk keperluan pengurusan kartu keluarga dan KTP Karimun.

"Kita akan bantu, tapi tadi sewaktu saya menjenguk (Abizar), orang tuanya mengatakan sudah ada keluarga di sana yang akan mengurusnya," lanjutnya.

Namun demikian, Rachmadi menyatakan akan membawa Abizar jika sudah seharusnya mendapatkan penanganan medis.

"Tadi, kita juga sudah memberikan asupan gizi berupa makanan tambahan. Kita juga membawa dokter, ahli gizi dan Kepala Puskesmas Meral untuk melihat kondisi Abizar," katanya.

Dia menegaskan Abizar belum menderita gizi buruk, tapi baru pada tahap gizi kurang. Hal itu, ujarnya tampak dari kondisi dan berat badan yang mulai membaik.

Kondisi Abizar, sebut dia cukup sehat dan tidak ada tanda-tanda sakit, namun berat badannya memang masih berkisar 5 kilogram.

"Cuma yang perlu diperhatikan kondisi kesehatan ibunya sebab Abizar minum ASI eksklusif. Ibunya memang tampak kurus sehingga perlu mendapatkan gizi yang cukup," tambahnya.

Sementara itu, Camat Meral Herisa Anugerah menyatakan pihaknya juga sudah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan Abizar ke puskesmas.

"Kita sudah membantu, soal identitas kependudukan tidak menjadi hambatan. Bantuan asupan gizi juga sudah mulai berdatangan, dan besok saya juga akan mengunjungi Abizar," kata Icha, sapaan sehari-hari Herisa Anugerah.

Sebelumnya, orang tua Abizar mengaku mengalami kesulitan keuangan sehingga berpengaruh pada kesehatan anaknya.

"Kebetulan ada tetangga kami yang bekerja sebagai bidan di puskesmas, dialah yang membantu mengecek kesehatan dan asupan gizi anak kami," kata ibu Abizar, Kaswati.

Ia mengemukakan pihaknya belum mengantongi KTP Karimun meski sudah dua tahun tinggal di Perumahan Taman Mutiara, Sei Raya, Meral.

"Anak kami tidak bisa dirujuk ke rumah sakit karena karena kartu keluarga dan KTP Batam," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2026