
Dialog Interatif Awe di Radio BTM Lingga

Kemajuan Kabupaten Lingga ini merupakan tanggung jawab saye dan kite semua, mari kite bersame bergotong royong membangun Lingga menuju 2020
Lingga (ANTARA) - Di Studio Radio Bunda Tanah Melayu (RBTM) Radio milik pemerintah Kabupaten Lingga, Bupati Lingga Alias Wello bercerita pengalamannya selama tiga tahun memimpin Kabupaten Lingga dengan berbagai hiruk pikuk persoalan yang komplit, mulai dari keuangan daerah yang begitu cekak hingga program-program yang minim manfaat serta menggerus keuangan daerah serta program yang perlahan tapi pasti mulai menampakkan wujudnya dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Sambutan hangat para penyiar radio RBTM pagi itu, tidak membuat Bupati yang kontroversial dan cukup dikenal dengan ciri khasnya tersebut terlihat menengangkan, meskipun beberapa kru terlihat begitu tegang menyambut kedatangan bupatinya.
Salam pembuka dan dialog interaktif pun dimulai dengan sambutan dari Bupati Lingga yang berbincang panjang lebar, tentang program prioritas hambatan dan rintangan selama tiga tahun memimpin Kabupaten Lingga yang penuh dengan kontroversi namun berbuah prestasi.
Beberapa menit setelah berbincang panjang lebar, sesi line telepon pun akhirnya dibuka. Penelpon pertama atas nama Tok Tam, yang menyampaikan rasa prihatinnya akan kondisi jalan Desa Mentuda yang belum kunjung terhubung.
Tanpa panjang lebar Alias Wello langsung menyahut didepan Mikropon, yang berada pas dimulutnya tersebut tanpa menunggu arahan dari presenter.
“Jalan Mentuda insyaallah akan segera dimulai, direncanakan pada APBD-P tahun ini. Walaupun dengan contour yang berbukit-bukit, namun mengingat sumber daya Air Terjun Jelutung yang berpotensi menjadi sumbangsih besar bagi Kabupaten Lingga, maka mau tidak mau dan harus, jalan tersebut akan kita buka,” jawabnya.
Mungkin karena sering berkeliling, sehingga kepala daerah yang satu ini seperti sudah hafal setiap sudut wilayahnya meskipun dikelilingi oleh pulau-pulau. Kedepannya akan dibangun poros jalan dari Sungai Pinang yang akan menjadi jalur ekonomi baru, dengan kondisijalan yang lebih baik, tanpa belokan-belokan tajam dan tebing-tebing curam seperti saat ini.
“Nanti kedepannya, selain poros jalan di Sungai Pinang, kita juga akan membangun Daik Bandar
Madani, yang sudah kita mulai saat ini pengerjaannya, yang terhubung ke Panggak Laut, melewati Bukit Cening hingga ke Mentude,” sebutnya.
Telepon terus datang bertubi-tubi memanfaatkan kesempatan untuk berbicara langsung dengan Bupati Lingga lewat udara, tanpa harus bertatap muka. Kritikan-kritikan dibidang perikanan hingga berbagai bidang lainnya pun disampaikan kepada Bupati Lingga melalui line telepon Radio BTM Lingga.
“Dibidang pendidikan kita berhasil meraih prestasi yang membanggakan, ditengah segale keterbatasan kite, Kabupaten Lingga mampu menjadi peringkat pertame tingkat kabupaten kota di Indonesia," sebutnya.
Kemudian di bidang pelayanan administrasi kependudukan, beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada Disdukcapil yang memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Lingga.
“Saya sangat mengapresiasi program Aminduk yang dijalankan oleh Disdukcapil Lingga, karena mereka terjun langsung ke lapangan, menjemput bola. Jadi tak hanya menunggu masyarakat yang datang untuk mengurusi masalah administrasi kependudukan ini,” sebutnya.
Kita sekarang mengalami persoalan serius dibidang kesehatan, dengan berbagai isu yang menimpa RSUD Dabo membuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Lingga jadi terganggu.
“Saya tidak menutup mata dan sangat risau dengan masalah ini. Saya sadar dan akan terus berbenah untuk mencari solusi terbaik bagi peningkatan dibidang pelayanan kesehatan di Kabupaten Lingga,” sebutnya.
Disela-sela pertanyaan kritis tersebut, ada juga beberapa masyarakat yang memuji kinerja pemerintah.
“Alhamdulillah pak, kalau lampu sudah bagoslah, pelabuhan pon sudah bagos,” kata Pak Gendut, salah seorang penelpon dari Desa Tukul.
"Alhamdulillah Pak Bupati eh, semenjak Pak Bupati ni, lampu kami sudah baek lagi. Maen-maenlah Pak ke Penaah,” kata Mak Long Niar menuturkan.
Penutup dialog Bupati Lingga Alias Wello menyampaikan beberapa pesan, diantaranya.
“Tetaplah menyampaikan hal-hal semacam ini kepade saye. Informasi dari masyarakat akan sangat bergune bagi saye dan dapat menjadi masukan dan pembanding bagi saye, terutame untuk Kabupaten Lingga kedepannye.”
“Kemajuan Kabupaten Lingga ini merupakan tanggung jawab saye dan kite semua, mari kite bersame bergotong royong membangun Lingga menuju 2020,” kata beliau penuh semangat.
“Akhir kate, jangan terlalu banyak memuji kepade pemimpin, karene memuji dapat membuat lupe diri. Tapi haruslah banyak memberi kritik kepade kami, agar kami selalu mawas diri,” kata beliau.
“Semoge Allah SWT selalu meridhoi semue usahe dan doa kite bersame, aamiin,” tutup beliau. (Antara)
Pewarta : Nurjali
Editor:
Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
