Laka lantas selama Operasi Ketupat 2019 menurun

id Laka lantas

Seorang Polisi lalu-lintas melakukan sosialisasi dengan menunjukkan korban kecelakaan saat Operasi Keselamatan 2019. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Kondisi itu menurun dari tahun 2018, yang mencatat ada sembilan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Batam (ANTARA) - Polresta Barelang Kota Batam merilis jumlah korban kecelakaan pada saat Operasi Ketupat Seligi 2019 di wilayah setempat menurun bila dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati kepada Antara di Batam, Rabu mengatakan, operasi yang dimulai sejak 29 hingga 10 Juni 2019 tersebut mencatat ada 10 kejadian yang menyebabkan tiga orang korban meninggal dunia.

"Kondisi itu menurun dari tahun 2018, yang mencatat ada sembilan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Sementara korban luka berat pada 2018 dan 2019 masing-masing ada 3 korban, dan luka ringan sebanyak 12 orang," kata dia.

Ia mengungkapkan para korban didominasi oleh kalangan muda berusia 16-20 tahun.

Selain itu, selama operasi pihaknya juga mencatat ada 183 pelanggaran lalu lintas. Rinciannya, 52 perkara yang dilakukan pengendara menggunakan sepeda motor dan mobil sebanyak 51 perkara.

"Kerugian materi tahun ini hanya 16.6 juta. Sedangkan tahun lalu yakni sebanyak 25,1 juta. Kondisi pelanggaran juga didominasi oleh kalangan muda berusia 16-20 tahun," katanya.

Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Arwin Wientama menyatakan secara keseluruhan operasi ketupat berjalan lancar, aman dan kondusif.

"Selama Operasi Ketupat Seligi 2019, ada enam pos terpadu, dua pos bergerak, dua pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang kita siapkan," ujarnya.

Ia pun mengimbau agar pengendara kendaraan roda dua maupun empat lebih berhati-hati lagi, mengingat akhir-akhir ini cuaca di Batam sering hujan.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar