Lingga bakal ekspor pisang dan nenas

id Lingga targetkan ekspor holtikultura akhir tahun depan Lingga

Lingga bakal ekspor pisang dan nenas

Bupati Lingga, Alias Wello (kanan) menyalami Government Relation Director PT. GGP, Welly Soegiono (kiri) usai mengikuti FGD di Madiun, Jawa Timur, Senin (12/8/2019). (Nurjali)

Mulai tahun ini, kita persiapkan semua lahannya. Untuk lahan yang statusnya masih kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera kita ajukan pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Lingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan ekspor produk hortikultura, khususnya buah pisang dan nenas.

"Insya Allah akhir tahun 2020, Lingga sudah bisa melepas ekspor perdana produk hortikultura, khususnya pisang dan nenas," ungkap Bupati Lingga, Alias Wello kepada Antara, Selasa. 

Target tersebut menyusul keseriusan dan komitmen yang disampaikan oleh manajemen PT. Great Giant Pineapple (GGP) untuk melakukan kerjasama investasi di bidang hortikultura di bumi 'Bunda Tanah Melayu'.

Alias Wello yang saat ini sedang berada di Surabaya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Hortikultura Untuk Peningkatan Ekspor dan Ekonomi Daerah.

Keyakinannya untuk melepas ekspor perdana pisang dan nenas dari Lingga pada akhir tahun 2020 itu, bukan sekedar bualan kosong, namun sudah melalui perhitungan yang matang bersama tim GGP.

"Mulai tahun ini, kita persiapkan semua lahannya. Untuk lahan yang statusnya masih kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera kita ajukan pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.

Sebelumnya, Government Relation Director PT. GGP, Welly Soegiono mengatakan, perusahaannya sudah memiliki pengalaman selama 35 tahun melakukan ekspor produk hortikultura ke berbagai negara.

"Tahun 2018 lalu, GGP sukses ekspor buah pisang dan nenas sekitar 18 ribu kontainer dari kebun seluas 32.000 hektar di Kabupaten Tanggamus, Lampung," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Welly memaparkan betapa besarnya jumlah kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura.

"Berdasarkan data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka 15.259.800 ton. Sedangkan nenas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton," bebernya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar