Polda Kepri tilang 2.247 pengendara, meningkat dua kali lipat

id operasi zebra siligi,polda kepri

Polda Kepri tilang 2.247 pengendara, meningkat dua kali lipat

Masyarakat mengerumuni meja aparat kepolisian dalam penindakan Operasi Zebra Seligi 2019 di Batam. ANTARA/HO-Humas Polda Kepri

Batam (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menilang 2.247 pengendara dalam sepekan pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2019 di seluruh wilayahnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. S. Erlangga, Kamis, menyatakan jumlah kendaraan yang ditilang pada tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat daripada tahun sebelumnya sebanyak 1.101 tilang.

Selain tilang, aparat Polda Kepri juga melakukan 664 kali teguran terhadap pengendara selama sepekan program itu berjalan.

Dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas pada tahun ini, dia mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan yang diberlakukan di jalan raya demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Dengan mematuhi aturan berlalu lintas, menurut dia, akan tercipta keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas.

Dalam kesempatan itu, Erlangga mengatakan bahwa Operasi Zebra Seligi 2019 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas yag terjadi selama sepekan operasi mencapai sembilan kecelakaan, atau menurun dibandingkan angka kecelakaan tahun lalu yang mencapai 11 kasus.

"Jumlah korban meninggal dunia sebanyak empat orang, atau mengalami kenaikan sebesar 100 persen dari data tahun sebelumnya sebanyak dua korban meninggal dunia," kata Erlangga.

Dalam kecelakaan itu, sebanyak tigaorang mengalami luka berat dan enam luka ringan dengan kerugian materiel Rp41,4 juta.

"Selama Operasi Zebra Seligi 2019, Polda Kepri dan jajaran tidak hanya melaksanakan penindakkan, tetapi juga melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penerangan dalam berlalu lintas kepada masyarakat di Provinsi Kepri," kata dia menambahkan.

Polda Kepri juga membagikan buku keselamatan berlalu lintas dan pemasangan spanduk sebagai bagian dari sosialisasi.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar