APBD Kepri hingga November terserap 70 persen

id Serapan APBD Kepri 2019

APBD Kepri hingga November terserap 70 persen

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Arif Fadillah. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau hingga November 2019 sudah terserap 70 persen dari total anggaran sebesar Rp3,8 triliun.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif Fadillah, penyerapan APBD tersebut masih dikategorikan baik secara nasional.

"Untuk anggaran sudah terserap 70 persen, begitu pula dengan kegiatan fisik," katanya di Tanjungpinang, Kepri, Senin.

Arif menargetkan serapan APBD hingga akhir tahun ini melebihi tahun 2018 sebesar 86,67 persen. Tahun lalu serapan anggaran Kepri masuk sepuluh besar tertinggi se Indonesia.

"Mudah-mudah bisa di atas tahun lalu. Jangan justru makin menurun," tegasnya.

Untuk mengejar target itu, Arif mengaku terus mendorong tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD) menggesa penyelesaian pekerjaan terutama yang berkaitan dengan kegiatan fisik.

Apalagi saat ini, lanjut dia, sudah mulai memasuki musim hujan, sehingga dikhawatirkan akan menjadi kendala pekerjaan fisik OPD di lapangan.

"Maka itu saya minta semua kegiatan fisik perlu dipercepat sesuai target yang telah disepakati sejak awal," tutur Sekda.

Anggota DPRD Provinsi Kepri Iskandarsyah berharap serapan APBD tahun ini hingga akhir November 2019 ini dapat mencapai 85 persen.

“Bulan-bulan ini banyak pekerjaan dilaksanakan, namun pembayaran biasanya mendekati akhir tahun,” kata Iskandarsyah.

Politikus PKS itu menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap program-program yang dilakukan oleh Pemprov Kepri, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah masyarakat.

Pihaknya juga mendorong Plt Gubernur Kepri mengevaluasi kinerja kepala OPD yang kurang mampu menyerap anggaran terutama untuk kegiatan fisik.

"Sisa waktu 2019 tinggal sebulan lagi, jangan sampai ada OPD yang serapan anggarannya di bawah 70 persen," tutur Iskandarsyah.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar