
WNI dari Wuhan di Natuna belum boleh menggunakan handphone

Ranai, Natuna (ANTARA) - Warga Negara Indonesia (WNI) dari China, yang dievakuasi pemerintah Indonesia saat ini masih menjalani observasi di Natuna belum dibolehkan menggunakan telepon genggam milik mereka.
"Kenapa mereka belum diperbolehkan oleh tim kesehatan untuk menggunakan handphone mereka, itu karena masih dalam proses observasi, observasi tidak hanya orangnya, termasuk handphone mereka," kata Direktur Logistik dan Peralatan BNPB Rustan kepada Antara di Ranai, Senin malam.
Rustan, mewakili BNPB di Natuna dalam kegiatan evakuasi WNI dari Wuhan, mengatakan tim medis akan pastikan peralatan apapun harus steril dari kemungkinan munculnya virus.
"Kita takutnya ada virus dalam handphone tersebut. ‘Kan’ berbahaya, susah kita nanti kalau itu tidak kita perhatikan," kata dia.
Ia juga berharap masyarakat dan para wartawan untuk bersabar karena saat ini kawasan observasi masih sangat tertutup.
"Nanti akan ada saluran komunikasi yang tersedia agar mereka yang di dalam dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka dan masyarakat," kata Rustan.
Sebanyak 243 orang WNI ditempatkan di Lanud Ranai, Natuna pada Minggu (2/2) untuk di observasi kesehatannya selama dua pekan, sebelum mereka dikembalikan ke daerah asalnya masing. masing.
Pewarta : Cherman
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
