
Pemkab Natuna menyiapkan lahan 500 ha untuk pengembangan tanaman kelapa

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan lahan seluas 500 hektare (ha) yang tersebar di wilayah perbatasan itu, untuk pengembangan tanaman kelapa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali di Natuna, Kamis, mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri mendapatkan kegiatan pengembangan komoditas kelapa dari pemerintah pusat dengan luas tanam 2.000 ha.
Dari jumlah tersebut lanjut dia, Kabupaten Natuna diberikan kuota seluas 500 ha dan diminta untuk menyiapkan semua persyaratan. DKPP Natuna telah menyiapkan dan mengirimkan semua persyaratan yang diminta.
Salah satu syarat yang diminta, lanjut dia, berupa data calon petani dan calon lahan (CPCL).
Baca juga: Bulog: Cadangan Beras di Natuna 928 Ton, Cukup hingga Juni 2026
Adapun calon lahan yang diusulkan meliputi di wilayah Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Bunguran Batubi, Bunguran Barat dan Bunguran Utara.
“Kepri mendapat alokasi 2.000 hektare, kemudian dibagikan ke beberapa kabupaten. Untuk Natuna, kita mendapatkan 500 hektare,” ujar Wan Syazali.
Menurut dia, lahan yang akan ditanami kelapa merupakan milik masyarakat. DKPP Natuna telah melakukan pendataan terhadap lahan-lahan tersebut dan memastikan seluruhnya siap untuk ditanami. Setiap hektare lahan nantinya ditanami sekitar 110 bibit pohon kelapa.
Proses penanaman akan dilakukan langsung oleh masyarakat setempat. Selain menyediakan bibit kelapa, Pemerintah Pusat juga mengalokasikan anggaran untuk kegiatan penanaman serta penyediaan pupuk, sehingga petani tidak dibebani biaya tambahan.
Baca juga: Akhirnya, gas Natuna segera dialirkan ke Batam lewat Pipa WNTS-Pemping
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat sektor perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Natuna.
"Sebelumnya Pemkab Natuna mengusulkan luas lahan yang lebih besar, yakni lebih dari 2.000 hektare," kata dia.
Baca juga: Marak penipuan investasi, Polres Natuna imbau warga jangan tergiur untung cepat
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
