Aljazair umumkan kasus pertama COVID-19

id Aljazair,kasus pertama,virus corona,PresidenAbdelmadjid Tebboune

Aljazair umumkan kasus pertama COVID-19

Ilustrasi: Dua perempuan Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Tehran, Iran, Selasa (25/2/2020). Iran menjadi negara kedua setelah China dengan jumlah kematian tertinggi akibat wabah virus Corona atau COVID-19, yang muncul sejak akhir Desember 2019 di Wuhan. Hingga Senin, 24 Februari 2020, pejabat Iran mengumumkan angka kematian akibat virus Corona meningkat menjadi 12 orang. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

Aljir (ANTARA) - Aljazair mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi virus corona (COVID-19) yakni seorang pria Italia yang tiba di negara tersebut pada 17 Februari dan kini telah diisolasi.

Kasus itu diumumkan oleh menteri kesehatan dan Presiden Abdelmadjid Tebboune mencuit di Twitter bahwa ia memerintahkan otoritas medis agar mengambil pencegahan maksimal.

Tebboune juga meminta warga Aljazair agar berhati-hati dengan informasi yang mereka sebarkan melalui internet.

Italia utara, tempat banyak warga Aljazair menetap, menjadi pusat wabah virus corona dengan lebih dari 280 kasus dan 11 kematian.

Perusahaan migas Italia yang bermarkas di Milan, Eni, juga terlibat dalam sejumlah proyek di Aljazair.

Penyakit itu menjangkau Aljazair pada saat politik dalam kondisi rumit, menyusul setahun aksi protes massa jalanan yang masih terjadi setiap pekannya.

Presiden Tebboune terpilih pada Desember dalam pemilihan yang ditentang oleh pemrotes, yang aksi-aksi unjuk rasanya membantu melengserkan pendahulu Tebboune, Abdelaziz Bouteflika.

Sumber: Reuters



 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar