"Sembang Semase" pentas seni virtual

id New normal

"Sembang Semase" pentas seni virtual

Pentas seni virtual Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Kepri, menggelar pentas seni virtual perdana  “Sembang Semase” di tengah normal baru (new normal) pandemi COVID-19, Ahad malam.

"Pentas seni virtual, sepertinya menjadi salah satu solusi untuk menjadi ruang berkesenian. Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Tanjungpinang sukses menyelenggarakannya, melalui channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Surjadi.

Malam ini, kata Surjadi, Tuju Svara Band dan sanggar Bintan Telani mendapatkan kesempatan tampil. Mereka menampilkan lagu-lagu Melayu dan tari Melayu, respon penonton di channel youtube tersebut menggembirakan.

"Sebagai sebuah pentas seni virtual perdana, saya gembira, jumlah penonton dan yang memberikan komentar pada live chat nya, sangat positif. Ini bisa kita lanjutkan di masa mendatang, sampai panggung out door untuk berkesenian bisa di lakukan kembali," kata Surjadi.

Dia menyatakan, di waktu mendatang, akan diupayakan live streaming, jika teknis penyiarannya sudah memenuhi syarat teknis. Surjadi merencanakan, ke depan kegiatan pentas seni virtual akan terus dijalankan

"Pekan depan yang akan tampil, Insyaallah, joget Dangkong Mak Dare, kelompok dangkong yang sudah melegenda di Kepulauan Riau," kata dia.

Untuk masyarakat atau netizen yang belum sempat menonton siar perdana, disilakan untuk mengunjungi channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang.

Tri Habib, pentolan Tuju Svara Band, yang dikenal dengan lagu-lagu Melayu, menyambut gembira, kegiatan pentas seni virtual, yang malam itu bertajuk Sembang Semasa.

"Hampir tiga bulan pelaku kesenian di Tanjungpinang, tak bisa manggung. Alhamdulillah malam ini kita bisa bermain musik lagi di panggung, walau dengan konsep virtual," kata habib.

Ia berharap, agar konsep yang di buat Disbudpar itu dapat di teruskan di masa mendatang.

"Sampai kondisi berkesenian bisa normal lagi. Banyak teman-teman seniman yang menunggu kesempatan seperti ini, dan semoga bisa di buat setiap pekan," tutur habib.

Hal yang sama di sampaikan Harry Gendis, dari sanggar Bintan Telani, ia mengaku sudah cukup lama sejak wabah COVID-19 melanda, kegiatan menari menjadi terkendala.

"Sepanjang memenuhi protokol kesehatan, saya fikir kita harus tetap jalan," ucap Harry.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar