Pasir timah muatan Terang Bulan IV diduga dari Belitung

id penyelundupan pasir timah,BC Kepri,KM Terang Bulan

Pasir timah muatan Terang Bulan IV diduga dari Belitung

KM Terang Bulan IV beserta muatan pasir timah sebanyak 15 ton yang diamankan Tim Patroli Laut Kanwil DJBC Khusus Kepri. ANTARA/HO-Dok. BC Kepri

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Pasir timah yang dihendak diselundupkan dengan kapal pengangkut KM Terang Bulan IV diduga berasal dari Belitung, kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Agus Yulianto.

"Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Tapi sementara ini asal barang diduga dari Belitung, dan karena ditangkap di perairan Natuna, diduga akan diselundupkan ke Malaysia," kata Agus Yulianto melalui pesan singkat whatsapp, Selasa.

KM Terang Bulan IV ditindak Tim Patroli Laut BC 30004 di perairan Natuna pada Kamis (25/6). Petugas patroli menemukan muatan kapal berupa pasir timah namun nakhoda tidak dapat menunjukkan dokumen pelindung atau dokumen kepabeanan.

Semula, muatan pasir timah tersebut diperkirakan berjumlah sebanyak 10 ton berdasarkan data awal, namun setelah dilakukan penghitungan ternyata berjumlah sebanyak 15 ton.

"Perkiraan nilai barang sekitar Rp750 juta dan tidak ada kerugian negara karena pasir timah ini merupakan barang larangan ekspor (tidak ada pungutan bea keluar atasnya)," ujar Kakanwil.

Terkait penetapan tersangka, Agus mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan sehingga pihaknya belum bisa menyampaikan siapa saja tersangkanya, apakah hanya nakhoda atau termasuk ketiga ABK.

"Untuk penetapan tersangka sangat bergantung hasil penyidikan nanti," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa penindakan terhadap KM Terang Bulan IV dengan nakhoda AS merupakan wujud dari komitmen Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk selalu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan tidak memenuhi ketentuan di tengah pandemi COVID-19.

"Pasir timah merupakan sumber daya alam yang dilarang untuk diekspor sesuai ketentuan Kementerian ESDM," jelas Agus Yulianto.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar