UKM perbatasan Indonesia-Malaysia gali potensi kerja sama perdagangan
Sabtu, 28 Agustus 2021 16:21 WIB
Tangkapan layar saat Presiden DPPM Halim Husin memberikan sambutan dalam B to B Opportunities Kepri-Malaysia yang digelar secara virtual, Sabtu (28/8/2021). ANTARA/ Naim.
Batam (ANTARA) - Belasan pelaku usaha kecil menengah di perbatasan Indonesia- Malaysia, Kepulauan Riau dan Johor Malaysia menjajaki potensi kerja sama perdagangan dalam "B to B Opportunities" yang digelar melalui virtual, Sabtu.
Setidaknya 12 pelaku UKM dari dua negara memaparkan produk masing-masing dan langsung mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha lain yang tertarik untuk memasarkannya di negara masing-masing.
"Al Ahmadi Entrepreneurship Centre (AEC) dan Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) berkolaborasi membuka jalan untuk pelaku UMKM dari Kepri dan Malaysia menjajaki peluang bisnis yang bisa diciptakan di masa pandemi," kata Direktur AEC Lisya Anggraini.
Ia optimistis, UMKM di Kepri memiliki peluang untuk mengekspor produksinya ke Malaysia. Selain karena produknya yang memang menarik, namun juga karena lokasi Kepri yang bertetangga mempermudah proses pengiriman barang.
Presiden DPPM Halim Husin menyatakan berharap kegiatan itu dapat menjadi pembangkit utama kerja sama bisnis antara Malaysia dengan Kepri.
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk menyampaikan kerja sama antara pelaku usaha di Batam dan Johor telah berlangsung sejak dulu.
UMKM, kata dia, harus terus melebarkan jaringan usaha agar bisa terus maju dan berkembang.
Sebagai daerah perbatasan dan kawasan industri, nilai ekspor daerah setempat relatif tinggi di masa pandemi. Namun, sayangnya ekspor masih didominasi industri manufaktur yang berkembang di Batam.
"Dengan kegiatan ini, bisa membuka peluang baru untuk UMKM. Apa yang menjadi kebutuhan Malaysia dan Kepri, bisa saling melengkapi," katanya.
Setidaknya 12 pelaku UKM dari dua negara memaparkan produk masing-masing dan langsung mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha lain yang tertarik untuk memasarkannya di negara masing-masing.
"Al Ahmadi Entrepreneurship Centre (AEC) dan Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) berkolaborasi membuka jalan untuk pelaku UMKM dari Kepri dan Malaysia menjajaki peluang bisnis yang bisa diciptakan di masa pandemi," kata Direktur AEC Lisya Anggraini.
Ia optimistis, UMKM di Kepri memiliki peluang untuk mengekspor produksinya ke Malaysia. Selain karena produknya yang memang menarik, namun juga karena lokasi Kepri yang bertetangga mempermudah proses pengiriman barang.
Presiden DPPM Halim Husin menyatakan berharap kegiatan itu dapat menjadi pembangkit utama kerja sama bisnis antara Malaysia dengan Kepri.
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk menyampaikan kerja sama antara pelaku usaha di Batam dan Johor telah berlangsung sejak dulu.
UMKM, kata dia, harus terus melebarkan jaringan usaha agar bisa terus maju dan berkembang.
Sebagai daerah perbatasan dan kawasan industri, nilai ekspor daerah setempat relatif tinggi di masa pandemi. Namun, sayangnya ekspor masih didominasi industri manufaktur yang berkembang di Batam.
"Dengan kegiatan ini, bisa membuka peluang baru untuk UMKM. Apa yang menjadi kebutuhan Malaysia dan Kepri, bisa saling melengkapi," katanya.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma resmi jabat Wakil Kepala Staf TNI AL
31 October 2023 14:40 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB