Polisi selidiki penyebab mahasiswi meninggal di kamar kos
Jumat, 1 April 2022 22:59 WIB
Jasad mahasiswi Hilda Rahmi dibawa ke rumah sakir usai ditemukan meninggal di kamar kos-kosan Jalan Pramuka, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (1/4). (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Tanjungpinang Polda Kepulauan Riau (Kepri), masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang mahasiswi Hilda Rahmi (22) di sebuah rumah kos di Jalan Pramuka, Jumat (1/4).
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Awal Syakban menyatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri.
"Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kepala maupun tubuh korban," kata Kasat Reskrim Awal Syakban.
Kasat menyebut jenazah korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, dalam posisi terlungkup di kamar kos lantai dua.
Polisi menemukan bekas muntahan dari mulut korban, kemudian dua unit handphone, serbuk berbahan kimia, serta minuman dingin di dalam kamar tersebut.
"Kemungkinan korban keracunan atau tidak, hasilnya masih menunggu visum dokter," ujar dia.
Sementara itu, ibu kos-kosan Eva menyampaikan korban Hilda Rahmi baru dua bulan tinggal di rumah tersebut.
Ia terakhir kali bertemu korban yang berasal dari Kota Batam itu sekitar dua hari lalu, Rabu (30/3).
"Korban terlihat biasa saja, tak ada menunjukkan sakit atau hal-hal aneh lainnya," ucap Eva.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yang saat itu datang dari Batam, setelah menerima pesan permohonan maaf via whatsapp.
Sang ibu yang merasa tidak enak hati langsung menyeberang dari Batam ke Tanjungpinang untuk menyambangi kos-kosan anaknya tersebut.
Sesampainya di rumah kos-kosan itu, si ibu histeris melihat korban sudah dalam kondisi meninggal. Sontak hal itu membuat warga sekitar kaget dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Awal Syakban menyatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri.
"Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kepala maupun tubuh korban," kata Kasat Reskrim Awal Syakban.
Kasat menyebut jenazah korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, dalam posisi terlungkup di kamar kos lantai dua.
Polisi menemukan bekas muntahan dari mulut korban, kemudian dua unit handphone, serbuk berbahan kimia, serta minuman dingin di dalam kamar tersebut.
"Kemungkinan korban keracunan atau tidak, hasilnya masih menunggu visum dokter," ujar dia.
Sementara itu, ibu kos-kosan Eva menyampaikan korban Hilda Rahmi baru dua bulan tinggal di rumah tersebut.
Ia terakhir kali bertemu korban yang berasal dari Kota Batam itu sekitar dua hari lalu, Rabu (30/3).
"Korban terlihat biasa saja, tak ada menunjukkan sakit atau hal-hal aneh lainnya," ucap Eva.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yang saat itu datang dari Batam, setelah menerima pesan permohonan maaf via whatsapp.
Sang ibu yang merasa tidak enak hati langsung menyeberang dari Batam ke Tanjungpinang untuk menyambangi kos-kosan anaknya tersebut.
Sesampainya di rumah kos-kosan itu, si ibu histeris melihat korban sudah dalam kondisi meninggal. Sontak hal itu membuat warga sekitar kaget dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara tersebut.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut Terra Drone ditetapkan sebagai tersangka kebakaran ruko tewaskan 22 orang
12 December 2025 8:30 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri selidiki scam website perbankan yang membuat rugi pengusaha Batam
01 February 2026 19:51 WIB