Jakarta (ANTARA) - Program pelatihan proyek Extention of Community Healthcare Outcomes (ECHO) diklaim mampu meningkatkan kemampuan deteksi dini masyarakat akan kanker payudara.
“Tujuan dari proyek ECHO ini adalah meningkatkan kemampuan deteksi dini kanker payudara, khususnya tenaga kesehatan, kader kesehatan, masyarakat melalui telementoring dan pelatihan terstruktur,” ujar Ketua Tim Proyek ECHO Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Ning Anhar, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, YKPI dan Komunitas Peduli Kanker Payudara (KPKP) Kabupaten Tangerang melaksanakan Program Pelatihan Project ECHO, Periksa Payudara Klinis (SADANIS) dan Sistem Rujukan untuk Kanker Payudara Stadium Dini secara bauran.
Kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi di Indonesia dengan 65.858 kasus baru (16,6 persen) dan 22.430 jumlah kematian akibat kanker payudara (9,6 persen).
Dia menambahkan sebagian besar masyarakat kurang memahami apa itu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan SADANIS. Target pencapaian jangka pendek, yaitu para perempuan dapat melakukan praktik SADARI secara rutin, apabila ditemukan ketidaknormalan pada payudaranya, mereka akan pergi ke dokter untuk dilakukan SADANIS dan tindakan medis selanjutnya. Sedangkan jangka panjang, dapat meningkatkan kesadaran edukasi dini terkait kanker payudara.
Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar mengatakan proyek percontohan tersebut dilakukan di Kantor Kecamatan Kelapa Dua dan Puskesmas Kecamatan Curug.
“Ini merupakan proyek dengan Model ECHO tentang deteksi dini kanker payudara yang pertama kali dilakukan LSM yang bergerak di bidang kanker payudara di Indonesia, yaitu YKPI,” kata Linda.
Linda berharap model pelaksanaan dengan ECHO melalui sistem daring itu bisa diterapkan di sejumlah daerah lain dan mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.
“Kami yakin hal ini sangat efektif dalam mendukung terwujudnya deteksi dini kanker payudara di Indonesia, selain biaya yang relatif rendah juga jangkauan yang cukup luas, yaitu mampu menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia,” kata Linda.
Berdasarkan data RSU Kabupaten Tangerang tahun 2019, kasus kanker payudara di daerah itu berjumlah 4.289 kasus kelainan payudara, 60 sampai 70 persen merupakan pasien dengan kondisi stadium lanjut yang pada akhirnya mengakibatkan hasil pengobatan tidak bisa maksimal, sehingga butuh kerja keras dan penanganan lebih ekstra. Mayoritas pasien kanker payudara datang berobat ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut.
Hal itu, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan kasus kanker payudara stadium lanjut di Kabupaten Tangerang dan model ECHO mempercepat penyebaran program kesadaran dan edukasi deteksi dini kanker payudara.
Program ECHO tingkatkan kemampuan deteksi dini kanker payudara
Kamis, 26 Mei 2022 13:41 WIB
Pelatihan Proyek ECHO yang diselenggarakan di Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO- Dokumentasi Pribadi)
Pewarta : Indriani
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 40 perempuan terdeteksi IVA positif pasca-skrining kesehatan di Batam
23 July 2025 11:55 WIB
Pangeran Harry dan istri mengaku tidak tahu soal kanker Kate Middleton
23 March 2024 12:38 WIB, 2024
Sering merokok dapat tingkatkan lima kali lipat risiko kanker lidah
20 February 2024 17:34 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polda Kepri target turunkan angka pelanggaran lalu lintas diawal tahun 2026
02 February 2026 10:34 WIB
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB