Batam (ANTARA) - Sebanyak tujuh orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) penumpang kapal yang karam di Perairan Nongsa, Kota Batam Kepulauan Riau dinyatakan hilang. Tim gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas masih melakukan pencarian.


“Untuk sekarang unsur SAR masih melaksanakan pencarian di lokasi kejadian, tujuh orang masih belum ditemukan,” ujar Kepala SAR Tanjung Pinang, Slamet Riyadi di Batam Kepulauan Riau, Jumat (17/6).

 

Dia menjelaskan, dari informasi yang dia terima ada 30 orang jumlah PMI ilegal yang berada di atas kapal yang karam dan seorang di antaranya perempuan.

 

“23 orang sudah berhasil diselamatkan dan saat ini sudah dievakuasi ke Lanal Batam. Namun ada satu orang PMI atas nama Ahmad dibawa ke RS Budi Kemuliaan Kota Batam karena sesak nafas kebanyakan minum air laut,” katanya.

 

Dia menjelaskan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Iwan, seorang nelayan setempat. Iwan sempat menolong beberapa orang PMI pada Kamis malam (16/6).

 

“Dia sempat menghubungi petugas dari TNI AL, dan petugas langsung segera datang ke lokasi untuk melakukan pertolongan,” katanya.

 

Setelah sekitar 1 jam pencarian, petugas berhasil menemukan 16 orang PMI dan langsung dibawa ke Lanal Batam. 

 

“Petugas tidak berhenti melakukan pencarian dan berhasil menemukan 7 orang lagi dalam keadaan selamat. Total 23 orang yang sudah ditemukan,” ucapnya.

 


Pewarta : Ilham Yude Pratama
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024