Jakarta (ANTARA) - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengaku terpukau dengan transformasi pembangunan yang terjadi di Jakarta setelah dua dekade tidak mengunjungi ibu kota negara Republik Indonesia tersebut.

"Jakarta sangat berubah. Kota ini memiliki peningkatan luar biasa. Kini tampak infrastruktur kota Metropolitan,  yang dulu belum ada," ujarnya saat mengunjungi mal Sarinah bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno di Jakarta, Minggu.

Georgieva memuji kemegahan mal Sarinah yang memamerkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, masyarakat Indonesia harus bangga dengan nilai luar biasa yang dibawa oleh budaya Indonesia itu ke hadapan dunia.

Petinggi IMF mengunjungi Indonesia dalam rangka menghadiri pertemuan dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan itu mengenai tantangan ekonomi dunia.


Georgieva mengatakan saat ekonomi dunia dalam kondisi yang suram, Indonesia justru cemerlang dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan inflasi hanya 4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Apalagi Indonesia terus mengembangkan dan memperkuat kemampuan pelaku UMKM yang menjadi penggerak ekonomi di dalam negeri.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uni menyampaikan bahwa agenda IMF datang ke Indonesia sekarang berbeda dengan 25 tahun lalu, di mana Indonesia menghadapi situasi yang betul-betul memprihatinkan dan IMF hadir dengan beberapa program kebijakan.

"Kalau kita bandingkan dengan sekarang, mereka datang bukan dengan program kebijakan justru ingin belajar tentang apa yang telah kita lakukan," pungkas Sandiaga.

Terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berharap IMF bisa terus mendukung kepemimpinan Indonesia di G20.

"Indonesia berharap IMF bisa terus mendukung kepemimpinan Indonesia di dalam G20 nanti, dan Indonesia juga berharap bahwa emerging country dan narasi dari IMF tetap positif tentang indonesia," kata Menko Airlangga usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima Managing Director IMF Kristalina Georgieva, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Menko Airlangga menyampaikan Indonesia sangat mengkhawatirkan kondisi inflasi yang meningkat di berbagai negara, di mana tingkat suku bunga di berbagai negara akan memasuki rezim baru yaitu kenaikan tingkat suku bunga global.

Menurutnya, hal itu sangat mempengaruhi investasi yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Lebih jauh Menko Airlangga mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Managing Director IMF, Presiden juga menyampaikan kondisi perekonomian nasional yang jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Presiden juga menyampaikan bahwa penanganan COVID-19 di Tanah Air berjalan baik, di mana pemberian vaksin dosis pertama sudah lebih dari 90 persen, dan dosis kedua lebih dari 80 persen.

"Ini membuat Indonesia resiliance terhadap pandemi COVID-19," jelas Menko Airlangga.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Petinggi IMF terpukau dengan perubahan Jakarta