PBNU minta data penerima beasiswa di luar negeri dibuka
Minggu, 7 Agustus 2022 12:48 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Rahmat Hidayat Pulungan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka data para penerima beasiswa (awardee) yang berada di luar negeri, agar mereka bisa dikontrol publik.
"LPDP itu yang dipakai uang negara. Jadi, semua orang berhak tahu siapa saja yang menerima manfaat dari program ini," kata Wakil Sekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Ahad.
Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan kasus penerima beasiswa LPDP di luar negeri yang tidak ingin kembali ke Tanah Air.
Ia berharap pada penerima beasiswa memahami tanggung jawab lebih besar pada bangsa dan negara dengan ilmu yang mereka dapatkan.
Rahmat menganggap mereka yang enggan balik ke Indonesia adalah pengkhianat intelektual.
"Para penerima LPDP yang secara sengaja membajak program ini hanya untuk pribadinya adalah tindakan kejahatan intelektual. Sikap mereka yang masa bodoh terhadap situasi bangsa ini adalah pengkhianatan intelektual," kata dia.
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan penerima beasiswa LPDP seharusnya memiliki komitmen moral dan komitmen pengabdian yang kuat, karena pendidikannya dibiayai oleh Negara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBNU minta LPDP buka data penerima beasiswa di luar negeri
"LPDP itu yang dipakai uang negara. Jadi, semua orang berhak tahu siapa saja yang menerima manfaat dari program ini," kata Wakil Sekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Ahad.
Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan kasus penerima beasiswa LPDP di luar negeri yang tidak ingin kembali ke Tanah Air.
Ia berharap pada penerima beasiswa memahami tanggung jawab lebih besar pada bangsa dan negara dengan ilmu yang mereka dapatkan.
Rahmat menganggap mereka yang enggan balik ke Indonesia adalah pengkhianat intelektual.
"Para penerima LPDP yang secara sengaja membajak program ini hanya untuk pribadinya adalah tindakan kejahatan intelektual. Sikap mereka yang masa bodoh terhadap situasi bangsa ini adalah pengkhianatan intelektual," kata dia.
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan penerima beasiswa LPDP seharusnya memiliki komitmen moral dan komitmen pengabdian yang kuat, karena pendidikannya dibiayai oleh Negara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBNU minta LPDP buka data penerima beasiswa di luar negeri
Pewarta : Fauzi
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Barelang dalami laporan DPC PKB Kota Batam terkait Lukman Edy
07 August 2024 17:28 WIB, 2024
Ketua PBNU kecam dalih "sudah telepon Allah" dalam menentukan Lebaran Jamaah Masjid Aolia
06 April 2024 15:53 WIB, 2024
Gus Yahya: PBNU tidak terlibat dukung salah satu capres di Pemilu 2024
29 January 2024 11:32 WIB, 2024
PBNU: Boikot produk mendukung Israel penting untuk dapat perhatian politik
21 November 2023 17:12 WIB, 2023