Wapres minta rasionalisasi subsidi dana haji
Sabtu, 20 Agustus 2022 17:42 WIB
Wapres Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Acara Haul Ulama Indonesia ke-23 Tahun Almarhum Habib Umar Bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2022). ANTARA/HO-BPMI Setwapres/aa. (Handout BPMI Setwapres)
Jakarta (ANTARA) -
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyampaikan subsidi dana haji harus dirasionalisasi agar subsidi bagi jamaah bisa berlanjut.
Hal itu disampaikan Wapres usai menghadiri Acara Haul Ulama Indonesia ke-23 Tahun Almarhum Habib Umar Bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu
"Kalau laporan yang saya terima, dana haji itu BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) memberikan (subsidi) 60 persen dan itu kalau dibiarkan bisa menggerus. Subsidi harus terus berlanjut, maka harus dirasionalisasi," kata Wapres.
Ia menyampaikan, sejatinya berhaji adalah untuk orang yang mampu. Namun diperlukan pengelolaan dana untuk meringankan.
"Tapi jangan sampai nanti justru sampai menimbulkan masalah di belakang hari. Karena itu bagaimana ini di-manage supaya, kalaupun kita subsidi, subsidi itu tetap berjalan. Maka harus ditinjau jumlah subsidi yang diberikan itu. Ini barangkali perlu dilakukan supaya berlanjut," jelasnya.
Sebelumnya, Ma’ruf Amin telah menerima audiensi Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) beserta jajaran, di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Senin (15/8).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres: Subsidi dana haji harus dirasionalisasi
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyampaikan subsidi dana haji harus dirasionalisasi agar subsidi bagi jamaah bisa berlanjut.
Hal itu disampaikan Wapres usai menghadiri Acara Haul Ulama Indonesia ke-23 Tahun Almarhum Habib Umar Bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu
"Kalau laporan yang saya terima, dana haji itu BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) memberikan (subsidi) 60 persen dan itu kalau dibiarkan bisa menggerus. Subsidi harus terus berlanjut, maka harus dirasionalisasi," kata Wapres.
Ia menyampaikan, sejatinya berhaji adalah untuk orang yang mampu. Namun diperlukan pengelolaan dana untuk meringankan.
"Tapi jangan sampai nanti justru sampai menimbulkan masalah di belakang hari. Karena itu bagaimana ini di-manage supaya, kalaupun kita subsidi, subsidi itu tetap berjalan. Maka harus ditinjau jumlah subsidi yang diberikan itu. Ini barangkali perlu dilakukan supaya berlanjut," jelasnya.
Sebelumnya, Ma’ruf Amin telah menerima audiensi Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) beserta jajaran, di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Senin (15/8).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres: Subsidi dana haji harus dirasionalisasi
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ma'ruf Amin: Bawaslu seharusnya selidiki dugaan politisasi beras bansos
25 January 2024 16:47 WIB, 2024
Wakil Presiden bertemu aktivis HAM pada hari kedua berkantor di Papua
10 October 2023 6:20 WIB, 2023
Kuat Maruf tak menyesal tidak mengambil uang Rp500 juta dari Ferdy Sambo
10 January 2023 6:58 WIB, 2023
Ahli sebut Kuat Ma'ruf bohong tidak lihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J
14 December 2022 15:50 WIB, 2022
Wapres Ma'ruf Amin sebut keputusan kenaikan harga BBM dalam pembahasan
20 August 2022 15:32 WIB, 2022