Nurdin Basirun Lebih Berpeluang
Kamis, 22 Juli 2010 19:35 WIB
Karimun (ANTARA News) - Nurdin Basirun, yang kini Bupati Karimun, Kepulauan Riau, dinilai paling berpeluang dicalonkan Partai Golkar untuk Pemilihan Kepala Daerah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau 5 Januari 2011.
"Kami menilai peluang Nurdin Basirun lebih besar dibandingkan kandidat lain yang telah mencalonkan diri ke Golkar," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Karimun, Raja Bakhtiar di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Raja Bakhtiar mengatakan, penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator yang memberikan nilai plus bagi Nurdin yang pada Pilkada 2006 maju melalui partai yang kini dipimpin Aburizal Bakrie.
"Nilai plus Nurdin, pertama dia adalah kader sekaligus pengurus DPD I Partai Golkar Kepri. Secara organisasi, jenjang kepengurusan yang lebih tinggi mendapat penilaian lebih dibandingkan jenjang yang lebih rendah," katanya.
Menurut dia, selaku calon incumbent (pejabat kini), kepemimpinan Nurdin juga akan menjadi barometer bagi partai dalam menentukan pilihan.
"Yang jelas dia memiliki popularitas lebih besar dibandingkan yang lain," ucapnya.
Meski demikian, keputusan penentuan calon yang akan diusung sepenuhnya dilakukan berdasarkan mekanisme partai, salah satunya dengan melakukan survei ke masyarakat.
"Dalam dua atau tiga hari ini tim survei dari pusat dan provinsi akan turun ke Karimun untuk menjajaki respon masyarakat terhadap setiap kandidat. Siapa yang lebih diterima masyarakat akan menjadi pertimbangan dalam menetapkan calon," katanya.
Hasil survei itu, menurut dia, akan ditindaklanjuti oleh DPP Partai Golkar dengan menetapkan satu pasangan calon untuk diusung dalam pilkada.
"Partai Golkar melakukan survei agar calon yang diusung punya komitmen yang kuat dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat," katanya.
Nurdin Basirun kembali mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Aunur Rafiq.
Keduanya telah mendaftar ke Golkar beberapa waktu lalu bersama sejumlah kandidat antara lain Muhammad Dali-Muhammad Asyura dan Raja Kamaruddin dan M Yusuf Sirat. (S023/Btm1)
"Kami menilai peluang Nurdin Basirun lebih besar dibandingkan kandidat lain yang telah mencalonkan diri ke Golkar," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Karimun, Raja Bakhtiar di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Raja Bakhtiar mengatakan, penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator yang memberikan nilai plus bagi Nurdin yang pada Pilkada 2006 maju melalui partai yang kini dipimpin Aburizal Bakrie.
"Nilai plus Nurdin, pertama dia adalah kader sekaligus pengurus DPD I Partai Golkar Kepri. Secara organisasi, jenjang kepengurusan yang lebih tinggi mendapat penilaian lebih dibandingkan jenjang yang lebih rendah," katanya.
Menurut dia, selaku calon incumbent (pejabat kini), kepemimpinan Nurdin juga akan menjadi barometer bagi partai dalam menentukan pilihan.
"Yang jelas dia memiliki popularitas lebih besar dibandingkan yang lain," ucapnya.
Meski demikian, keputusan penentuan calon yang akan diusung sepenuhnya dilakukan berdasarkan mekanisme partai, salah satunya dengan melakukan survei ke masyarakat.
"Dalam dua atau tiga hari ini tim survei dari pusat dan provinsi akan turun ke Karimun untuk menjajaki respon masyarakat terhadap setiap kandidat. Siapa yang lebih diterima masyarakat akan menjadi pertimbangan dalam menetapkan calon," katanya.
Hasil survei itu, menurut dia, akan ditindaklanjuti oleh DPP Partai Golkar dengan menetapkan satu pasangan calon untuk diusung dalam pilkada.
"Partai Golkar melakukan survei agar calon yang diusung punya komitmen yang kuat dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat," katanya.
Nurdin Basirun kembali mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Aunur Rafiq.
Keduanya telah mendaftar ke Golkar beberapa waktu lalu bersama sejumlah kandidat antara lain Muhammad Dali-Muhammad Asyura dan Raja Kamaruddin dan M Yusuf Sirat. (S023/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK usut peran mantan Gubernur Kepri terkait kasus korupsi Bupati Bintan
13 November 2021 13:48 WIB, 2021
PK mantan Gubernur Kepri ditolak, kuasa hukum minta Nurdin bersabar di penjara
18 September 2021 3:37 WIB, 2021
KPK setor Rp4,2 miliar uang pengganti perkara mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun
16 June 2020 11:57 WIB, 2020
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB