Batam (ANTARA) - Polda Kepulauan Riau ingatkan seluruh personel untuk mempedomani etika yang ada dalam Tribrata dan Catur Prasetya dalam menjalankan tugas dalam melayani masyarakat.

 

“Ketika anggota Polri melakukan kedua hal tersebut, Insyallah mereka akan melaksanakan tugas yang lebih profesional, lebih humanis dan bisa mewujudkan presisi,” ujar Kabidhumas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt kepada Antara di Batam, Selasa (4/10).
 

Selain itu, anggota Polri perlu memiliki kesadaran terkait budaya atau kultur Polri yaitu budaya melayani. Menurutnya, budaya melayani ini harus ada di setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap personel Polri.

 

“Apabila budaya melayani sudah diterapkan, tentunya ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Tanpa kepercayaan masyarakat kepada Polri, sulit bagi kita akan melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.

 

Harry menyebutkan, untuk yang paling penting yang selalu ditekankan oleh Kapolda ataupun Kapolri bahwa jangan anti kritik.”Karena setiap kritik dari masyarakat itu harus kita terima sebagai upaya untuk melakukan koreksi terhadap apa yang dilakukan,” ungkap Harry.

 

Semua hal tersebut kata Harry, sangat penting diterapkan mengingat pada tahun 2024 akan memasuki masa pemilu.

 

Menurutnya untuk massa kampanye 2024 yang perlu dijaga adalah adanya polarisasi (pembagian atas dua bagian atau kelompok orang yang berkepentingan dan sebagainya yang berlawanan), politik identitas dan juga perpecahan yang bisa membuat persatuan dan kesatuan rusak.

 

“Maka dari itu setiap personel perlu memahami budaya melayani, bagaimana kita bisa menjadi pelayan yang baik, itu kita dipedomani aturan dan koridor hukum dan itu tidak bisa ditawar,” tegasnya.