Karimun, (ANTARA News) - Keluarga Yarni Safri (39) korban sekaligus pemilik tabung gas karbit yang meledak di keramaian konser ''Gebyaraya'' di Taman Bunga Tanjung Balai Karimun, Sabtu (1/8) lalu meminta agar kaki Yarni tidak diamputasi.
''Kami meminta agar kaki Yarni tidak diamputasi. Kalau bisa dia kami bawa ke kampung untuk pengobatan alternatif,'' kata seorang keluarga Yarni yang enggan disebutkan namanya di Tanjung Balai Karimun, Senin 9 Agustus 2010.
Pernyataan keluarga Yarni itu sekaligus menepis informasi bahwa kaki penjual balon gas itu telah diamputasi tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun.
''Tim medis memang berencana mengamputasi kedua kakinya, namun kami belum memberikan persetujuan,'' ucapnya.
Menurut dia, pengobatan alternatif di kampung halaman diharapkan dapat mencegah amputasi.
''Harapan kami pihak rumah sakit menyetujuinya,'' katanya.
Sumber terpercaya di RSUD mengatakan pihak RSUD tidak mempermasalahkan niat keluarga merujuk Yarni ke kampung halaman.
''Bagi kami tidak jadi masalah. Itu tergantung kebijakan aparat kepolisian dikarenakan Yarni merupakan pemilik tabung gas karbit yang meledak,'' ucapnya.
Dia menambahkan, tim medis saat ini sudah siap mengamputasi kedua kaki Yarni yang hancur terkena ledakan.
Hingga kini, lima korban luka-luka, selain Yarni juga masih menjalani rawat inap di RSUD.
Kelima korban tersebut masing-masing Rizal (14), Farel Afandi (3), Nazri alias Buyung (15), Rubiah (30) dan Susan (22).
Galang Dana
Sementara itu, Persatuan Keluarga Daerah Sumatra Barat (PKSB) Karimun menyatakan akan menggalang dana untuk membantu Yarni dan beberapa korban ledakan tabung gas karbit yang berkampung halaman di Sumatra Barat.
''Kami sedang merundingkan rencana penggalangan dana bagi korban terkena ledakan, khususnya asal Sumatra Barat,'' kata Sarjan Rusli Ketua PKSB.
Atri Iswandi, pengurus PKSB mengatakan sedang menyiapkan proposal untuk penggalangan dana.
''Penggalangan dana bertujuan untuk meringankan beban korban yang hanya pedagang kecil,'' katanya.
Ledakan tabung gas Yarni terjadi saat konser musik ''Gebyaraya'' sedang berlangsung, Sabtu (1/8) pukul 20.45 WIB.
Seprang korban, Nadia, meninggal dunia dan sebelas warga lainnya luka-luka, termasuk Yarni, penjual balon gas. (Rdn/Btm1)
Keluarga Minta Korban Ledakan Gas Tidak Diamputasi
Senin, 9 Agustus 2010 20:11 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK sebut dugaan korupsi KPU dan gas air mata belum naik ke tahap penyelidikan
21 November 2025 11:34 WIB
PGN Batam percepat pemasangan jaringan gas dengan 988 pelanggan terlayani
19 September 2025 12:52 WIB
Polisi bubarkan ratusan demonstran di Mako Brimob dengan tembakan gas air mata
29 August 2025 15:29 WIB
KPK selidiki dugaan korupsi penjualan gas oil perusahaan RI dengan Filipina
02 August 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB