Karimun (ANTARA News) - Bakal calon wakil bupati Karimun periode 2011-2016 Muhammad Dali, pendamping Doli Boniara optimistis ditetapkan sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah 5 Januari 2011 jika KPU bekerja profesional.

''Kami optimistis lolos jika proses verifikasi syarat dukungan partai politk oleh KPU profesional,'' katanya di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin 4 Oktober 2010.

Menurut Muhammad Dali, KPU harus 'fair' dan profesional dalam memverifikasi dukungan tiga partai politik yang dipublikasikan ganda melalui media sejak beberapa hari terakhir.

Tiga partai politik tersebut, masing-masing Barisan Nasional (Barnas), Merdeka dan Republika Nusantara (Republikan).

''Ketiganya jelas-jelas mendukung kami (Doli-Dali) dengan surat pernyataan yang ditandatangani pengurus partai pada 22 September 2010,'' katanya.

Dia mengatakan, dukungan tersebut juga telah dituangkan dalam formulir yang disediakan KPU yang diserahkan bersamaan dengan persyaratan lain pada Kamis (30/9) pukul 22.40 WIB,'' katanya.

Belakangan, lanjut dia, muncul pernyataan KPU bahwa Barnas dan Merdeka memiliki kepengurusan ganda, satu pengurus mendukung dirinya, dan satunya lagi mendukung pasangan Nurdin-Rafiq.

''Kami mempertanyakan dukungan itu karena pengurus pusat keduanya merekomendasikan kami untuk maju,'' ucapnya.

Khusus Republikan, dia menduga ada tekanan dari pihak agar tidak mendukung Doli-Dali sehingga mengurangi persentase perolehan suara parpol pendukung.

''Ada indikasi kami dijegal dan mengupayakan Pilkada hanya diikuti dua pasangan calon. Padahal, Republikan tidak pernah mencabut surat dukungan itu,'' katanya.

Dia juga mengaku punya bukti adanya praktik politik uang dalam internal Republikan.

''Kami punya rekaman pembicaraan via telepon genggam, intinya pengurus partai Republikan ditekan dan diberikan sejumlah uang,'' tuturnya.

Dia berharap, KPU yang tengah memverifikasi dukungan tiga partai itu ke Jakarta bekerja fair dan profesional.

''Kami maju semata untuk mewujudkan demokrasi yang sejati,'' ucapnya.

Meski demikian, Dali berharap tidak ada kejadian tak terduga yang membatalkan niatnya untuk bertarung dalam pesta demokrasi tersebut.

Doli-Dali maju Pilkada diusung 12 partai politik nonparlemen dengan persentase 15,02 persen.

Ke-12 parpol tersebut, masing-masing Republikan (2,0 persen), PPDI ( 0,5 persen), PDP (1,7 persen), PBB (0,6 persen), Merdeka (1,5 persen), PKNU (2,4 persen), Barnas (2,0 persen), PIS (1,1), PPD (1,5 persen), PMB (1,7), Buruh (0,1 persen) dan PKP (0,1).

Beberapa dari 12 partai tersebut sebelumnya sempat mendukung pasangan Syamsuardi-Syuryaminsyah yang kemudian berbalik mendukung pasangan tersebut.

''Jika Republikan batal mendukung, maka kami pun tidak akan lolos verifikasi,'' ucap Dali. (ANT-028/A013/Btm1)