Bukit Jantan Siapkan Pasokan Listrik FTZ Karimun
Kamis, 28 Oktober 2010 21:29 WIB
Karimun (ANTARA News) - PT Bukit Jantan Power Plan menyiapkan diri untuk memasok energi listrik industri di kawasan perdagangan bebas di Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
"Kami sedang mematangkan lahan untuk mesin pembangkit. Kami targetkan pasokan listrik untuk industri kawasan perdagangan bebas/free trade zone (FTZ) terealisasi pada akhir 2012," kata Direktur Utama PT Bukit Jantan Power Plan (BJPP) Mugi Raharjo, di Tanjung Balai Karimun, Kamis 28 Oktober 2010.
Mugi mengatakan, PT BJPP sedang mempersiapkan lahan seluas 5 hektare dari 21 hektare yang direncanakan di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral.
Tahap awal, kata dia, akan disiapkan mesin pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas 2x10 atau 2x15 megawatt (MW) dari 100 MW yang ditargetkan hingga 50 tahun mendatang.
Total nilai investasi yang akan ditanam, kata dia sekitar 50 juta dolar Amerika atau 1 juta dolar per 1 kilowatt per hour (kwh).
"Pengadaan mesin pembangkit akan disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kami berharap pemerintah dan perusahaan memberitahukan jumlah kebutuhan minimum karena kami ingin satu kerja sama berkelanjutan," katanya.
Proses penyiapan lahan, saat ini memasuki pengurusan izin analisis dampak lingkungan (Amdal), dan dia optimistis akan berjalan lancar.
"Belum ada kendala, dukungan dari pemda dan masyarakat cukup bagus," katanya. (ANT-028/B012/Btm1)
"Kami sedang mematangkan lahan untuk mesin pembangkit. Kami targetkan pasokan listrik untuk industri kawasan perdagangan bebas/free trade zone (FTZ) terealisasi pada akhir 2012," kata Direktur Utama PT Bukit Jantan Power Plan (BJPP) Mugi Raharjo, di Tanjung Balai Karimun, Kamis 28 Oktober 2010.
Mugi mengatakan, PT BJPP sedang mempersiapkan lahan seluas 5 hektare dari 21 hektare yang direncanakan di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral.
Tahap awal, kata dia, akan disiapkan mesin pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas 2x10 atau 2x15 megawatt (MW) dari 100 MW yang ditargetkan hingga 50 tahun mendatang.
Total nilai investasi yang akan ditanam, kata dia sekitar 50 juta dolar Amerika atau 1 juta dolar per 1 kilowatt per hour (kwh).
"Pengadaan mesin pembangkit akan disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kami berharap pemerintah dan perusahaan memberitahukan jumlah kebutuhan minimum karena kami ingin satu kerja sama berkelanjutan," katanya.
Proses penyiapan lahan, saat ini memasuki pengurusan izin analisis dampak lingkungan (Amdal), dan dia optimistis akan berjalan lancar.
"Belum ada kendala, dukungan dari pemda dan masyarakat cukup bagus," katanya. (ANT-028/B012/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Tanjungpinang usulkan pembangunan GOR dan revitalisasi stadion ke Kementerian PU
14 October 2025 17:49 WIB
Kepala BP Batam tinjau tanah longsor akibat aktivitas cut and fill kawasan Bukit Vista
11 July 2025 20:50 WIB, 2025
Kapolda Kepri sebut pemberantas premanisme perlu kerja sama lintas sektor
18 May 2025 9:27 WIB, 2025
Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru dicopot, buntut dari kasus pengeroyokan di mapolsek
22 April 2025 11:43 WIB, 2025
Joko Anwar berharap film "Pengepungan di Bukit Duri" bisa jadi bahan diskusi
13 April 2025 9:40 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemkot Batam siapkan Rp3,7 miliar pengadaan alat tangkap bagi 210 nelayan
04 September 2026 15:41 WIB
OJK bersama BKKBN Kepri beri edukasi literasi keuangan jaga ketahanan keluarga
04 September 2026 11:56 WIB