Penumpang Qantas Minta Info Operator Lebih Aman
Minggu, 7 November 2010 18:03 WIB
Batam (ANTARA News) - Biro perjalanan di Singapura menerima permintaan dari pelanggan Qantas pada kemungkinan beralih ke operator lain yang lebih aman setelah dalam dua hari berturut-turut dua pesawat maskapai dari Australia itu mengalami masalah mesin.
Kecuali minta informasi kemungkinan pindah ke operator lain, tak seorangpun menyatakan membatalkan penerbangan dengan Qantas, kata Channel NewsAsia, Minggu.
Biro Perjalanan Chan Brothers mengatakan beberapa penelepon bertanya tentang kelayakan perjalanan ke Australia melalui operator lain.
Kebanyakan dari mereka, bagaimanapun ingin melanjutkan penerbangan sesuai dengan yang telah direncanakan.
Annie Yeo, senior Manager Marketing Communications Chan Brothers Travel. menerangkan sekarang adalah masa puncak menjelang musim liburan sehingga bila penumpang Qantas beralih operator lain menjadi tantangan sebab tempat yang tersedia pun terbatas.
Gilbert Keng, seorang pemegang tiket Qantas percaya bahwa maskapai ini akan menjamin keselamatan penumpang.
"Saya sedikit khawatir, tetapi pada saat yang sama saya percaya bahwa maskapai ini akan melakukan pengecekan pada mesin dengan lebih baik untuk memastikan keamanan bagi penumpang," katanya.
Ia berharap ada tindakan ekstra dari Qantas untuk keselamatan penerbangan.
Qantas mengatakan akan membantu pelanggan yang ingin beralih ke operator lain berdasarkan kasus per kasus.
Maskapai Qantas, dirundung masalah teknis dalam dua hari berturut-turut dalam penerbangan Singapura-Sydney, Australia.
Satu dari enam armada Qantas, Airbus A380-800 QF32 pada Kamis (4/11) yang membawa 469 penumpang dan awak, mendarat darurat di Bandara Changi dengan selamat setelah satu dari empat mesinnya meledak di udara Pulau Batam.
Sehari kemudian, Jumat (5/1) malam, pesawat Qantas jenis Boeing 747-400 jumbo QF6 juga kembali ke Bandara Changi setelah 15 menit lepas landas menuju Sydney.
Malam itu, dari salah satu mesin meledak dan mengeluarkan percikan api sehingga semua penumpang histeris.
"Kru pesawat minta kami merundukkan kepala. Dengan cepat mematikan mesin dan tidak ada lagi api," kata Terence Sim, profesor pembantu Universitas Nasional Singapura, salah seorang dari 412 penumpang.
Penerbangan Boeing 747-400 jumbo Qantas ditunda hingga Sabtu pukul 9.30 waktu Singapura.
Sebagian penumpang QF6 yang tersisa, diberangkatan pada Minggu pagi menuju Sydney.
(A013/Btm1)
Kecuali minta informasi kemungkinan pindah ke operator lain, tak seorangpun menyatakan membatalkan penerbangan dengan Qantas, kata Channel NewsAsia, Minggu.
Biro Perjalanan Chan Brothers mengatakan beberapa penelepon bertanya tentang kelayakan perjalanan ke Australia melalui operator lain.
Kebanyakan dari mereka, bagaimanapun ingin melanjutkan penerbangan sesuai dengan yang telah direncanakan.
Annie Yeo, senior Manager Marketing Communications Chan Brothers Travel. menerangkan sekarang adalah masa puncak menjelang musim liburan sehingga bila penumpang Qantas beralih operator lain menjadi tantangan sebab tempat yang tersedia pun terbatas.
Gilbert Keng, seorang pemegang tiket Qantas percaya bahwa maskapai ini akan menjamin keselamatan penumpang.
"Saya sedikit khawatir, tetapi pada saat yang sama saya percaya bahwa maskapai ini akan melakukan pengecekan pada mesin dengan lebih baik untuk memastikan keamanan bagi penumpang," katanya.
Ia berharap ada tindakan ekstra dari Qantas untuk keselamatan penerbangan.
Qantas mengatakan akan membantu pelanggan yang ingin beralih ke operator lain berdasarkan kasus per kasus.
Maskapai Qantas, dirundung masalah teknis dalam dua hari berturut-turut dalam penerbangan Singapura-Sydney, Australia.
Satu dari enam armada Qantas, Airbus A380-800 QF32 pada Kamis (4/11) yang membawa 469 penumpang dan awak, mendarat darurat di Bandara Changi dengan selamat setelah satu dari empat mesinnya meledak di udara Pulau Batam.
Sehari kemudian, Jumat (5/1) malam, pesawat Qantas jenis Boeing 747-400 jumbo QF6 juga kembali ke Bandara Changi setelah 15 menit lepas landas menuju Sydney.
Malam itu, dari salah satu mesin meledak dan mengeluarkan percikan api sehingga semua penumpang histeris.
"Kru pesawat minta kami merundukkan kepala. Dengan cepat mematikan mesin dan tidak ada lagi api," kata Terence Sim, profesor pembantu Universitas Nasional Singapura, salah seorang dari 412 penumpang.
Penerbangan Boeing 747-400 jumbo Qantas ditunda hingga Sabtu pukul 9.30 waktu Singapura.
Sebagian penumpang QF6 yang tersisa, diberangkatan pada Minggu pagi menuju Sydney.
(A013/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
BIB: Pergerakan penumpang di Hang Nadim pada akhir tahun capai 173 ribu orang
01 January 2026 8:41 WIB
Pelni catat puncak arus mudik Natal 2025 dari Batam pada 22 dan 25 Desember
27 December 2025 6:26 WIB
Antisipasi lonjakan penumpang Nataru, Pelni Batam diperkuat dengan KM Nggapulu
19 December 2025 8:19 WIB
KSOP prediksi 174 ribu penumpang lintasi Pelabuhan SBP selama Natal dan Tahun Baru
17 December 2025 14:40 WIB
Hang Nadim Batam proyeksi jumlah penumpang pesawat naik 3,5 persen saat Natal dan Tahun Baru
16 December 2025 13:27 WIB
KSOP Batam proyeksikan kenaikan 8 persen penumpang saat Natal dan Tahun Baru
13 December 2025 14:05 WIB