Tiga lempeng tektonik sebabkan Sulut rawan gempa
Senin, 6 Maret 2023 6:35 WIB
Titik gempa yang terjadi di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa. ANTARA/HO-BMKG
Manado (ANTARA) - BMKG menyatakan tiga lempeng tektonik menyebabkan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.
"Dari situasi dan kondisi tektonik di Sulut memang ada tiga lempeng laut," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Hennry Mengko di Manado, Ahad.
Lempeng-lempeng laut tersebut, kata dia, yaitu lempeng Laut Maluku di perairan laut antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus memanjang sampai ke Talaud.
Berikutnya, di utara Sulawesi ada lempeng Laut Sulawesi, sementara di timur laut Talaud sampai bagian utara Pulau Halmahera terdapat lempeng laut Filipina.
"Itu kalau sumber ancaman gempa bumi dari laut di daerah subduksi atau tunjaman," kata dia.
Baca juga:
Satu warga meninggal dunia tertimbun longsor di Batam
Belasan rumah di Batam terendam banjir akibat jalan amblas
Sedangkan ancaman gempa bumi di darat, terdapat beberapa patahan yang teridentifikasi seperti sesar Gorontalo, sesar Amurang, sesar Bolaang Mongondow dan sesar Airmadidi.
"Jadi secara situasi atau tatanan tektonik kita berada di daerah rawan gempa. Ada prediksi atau teks video beredar akan terjadi gempa, namun yang bisa kami sampaikan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi," kata dia.
Baca juga:
BPBD Bintan dirikan dapur umum guna bantu ratusan warga terdampak banjir
Cuaca ekstrem di Pulau Bintan diprakirakan hingga 7 Maret 2023
Hujan deras, empat desa di Natuna terendam banjir
Pemkab Bintan bentuk sembilan Desa Tangguh Bencana
"Dari situasi dan kondisi tektonik di Sulut memang ada tiga lempeng laut," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Hennry Mengko di Manado, Ahad.
Lempeng-lempeng laut tersebut, kata dia, yaitu lempeng Laut Maluku di perairan laut antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus memanjang sampai ke Talaud.
Berikutnya, di utara Sulawesi ada lempeng Laut Sulawesi, sementara di timur laut Talaud sampai bagian utara Pulau Halmahera terdapat lempeng laut Filipina.
"Itu kalau sumber ancaman gempa bumi dari laut di daerah subduksi atau tunjaman," kata dia.
Baca juga:
Satu warga meninggal dunia tertimbun longsor di Batam
Belasan rumah di Batam terendam banjir akibat jalan amblas
Sedangkan ancaman gempa bumi di darat, terdapat beberapa patahan yang teridentifikasi seperti sesar Gorontalo, sesar Amurang, sesar Bolaang Mongondow dan sesar Airmadidi.
"Jadi secara situasi atau tatanan tektonik kita berada di daerah rawan gempa. Ada prediksi atau teks video beredar akan terjadi gempa, namun yang bisa kami sampaikan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi," kata dia.
Baca juga:
BPBD Bintan dirikan dapur umum guna bantu ratusan warga terdampak banjir
Cuaca ekstrem di Pulau Bintan diprakirakan hingga 7 Maret 2023
Hujan deras, empat desa di Natuna terendam banjir
Pemkab Bintan bentuk sembilan Desa Tangguh Bencana
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG sebut Gempa yang mengguncang NTT dipicu akibat aktivitas Lempeng Indo-Australia
21 April 2026 11:27 WIB
Tenang! Gempa M7,5 dan tsunami Vanuatu tidak berdampak ke Indonesia
17 December 2024 12:20 WIB, 2024
Warga Gorontalo diminta untuk cek bangunan setelah gempa berskala 6,4 magnitudo
24 September 2024 9:11 WIB, 2024
Gempa di Jawa Barat pada Kamis dinihari akibat aktivitas lempeng Eurasia
15 August 2024 6:01 WIB, 2024
BMKG sebut subduksi Lempeng Indo Australia picu gempa M5,6 di Nias Selatan
23 February 2024 16:09 WIB, 2024
BMKG sebut gempa barat laut Karatung akibat deformasi Lempeng Laut Maluku
12 January 2024 11:20 WIB, 2024