Api diam terpantau di area kubah lava Merapi
Selasa, 14 Maret 2023 10:44 WIB
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (13/3/2023). Menurut data BPPTKG periode pengamatan 13 Maret 2023 pukul 00.00-06.00 WIB telah terjadi 30 kali guguran lava pijar dengan jarak luncuran maksimal 1.100 meter ke arah barat. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nym)
Yogyakarta (ANTARA) - Pasca erupsi beberapa waktu lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan ada api diam yang terpantau di area kubah lava barat daya Gunung Merapi. Disebutkan, hal itu fenomena wajar pada kubah lava gunung api yang sedang aktif.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa (14/3/2023) mengatakan, penampakan api diam itu berdasar pada pengamatan BPPTKG periode, 13 Maret 2023 pukul 18.00 - 24.00 WIB.
Selama periode pengamatan itu, BPPTKG tidak mencatat adanya awan panas guguran maupun lava pijar yang keluar dari gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.
Baca juga: Merapi keluarkan awan panas guguran 60 kali sejak Sabtu
Awan panas guguran kembali terpantau keluar dari Gunung Merapi sebanyak dua kali berdasarkan pengamatan BPPTKG periode Selasa (14/3) pukul 00.00-06.00 WIB.
Jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.600 meter sampai 2.000 meter mengarah ke barat daya.
Teramati pula sebanyak 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.
Baca juga: Pascahujan abu Merapi, SDN 2 Tlogolele tetap gelar kegiatan belajar mengajar
Sementara itu, gempa awan panas guguran tercatat dua kali, gempa guguran 55 kali, gempa fase banyak 10 kali, dan gempa vulkanik dangkal dua kali.
BPPTKG masih mempertahankan status Siaga atau Level III yang ditetapkan sejak November 2020 silam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPPTKG: Api diam terpantau di area kubah lava Merapi
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa (14/3/2023) mengatakan, penampakan api diam itu berdasar pada pengamatan BPPTKG periode, 13 Maret 2023 pukul 18.00 - 24.00 WIB.
Selama periode pengamatan itu, BPPTKG tidak mencatat adanya awan panas guguran maupun lava pijar yang keluar dari gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.
Baca juga: Merapi keluarkan awan panas guguran 60 kali sejak Sabtu
Awan panas guguran kembali terpantau keluar dari Gunung Merapi sebanyak dua kali berdasarkan pengamatan BPPTKG periode Selasa (14/3) pukul 00.00-06.00 WIB.
Jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.600 meter sampai 2.000 meter mengarah ke barat daya.
Teramati pula sebanyak 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.
Baca juga: Pascahujan abu Merapi, SDN 2 Tlogolele tetap gelar kegiatan belajar mengajar
Sementara itu, gempa awan panas guguran tercatat dua kali, gempa guguran 55 kali, gempa fase banyak 10 kali, dan gempa vulkanik dangkal dua kali.
BPPTKG masih mempertahankan status Siaga atau Level III yang ditetapkan sejak November 2020 silam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPPTKG: Api diam terpantau di area kubah lava Merapi
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pramono tegaskan tak ada perayaan pesta kembang api pada malam Tahun Baru nanti
19 December 2025 12:22 WIB
Aktivitas gunung api jadi penyebab putusnya kabel laut 'Palapa Ring Tengah'
12 November 2025 13:31 WIB
KKP latih penggunaan senjata api untuk para awak kapal pengawas perikanan
08 November 2025 13:05 WIB