KOTA MANADO (ANTARA) - Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Mannuelson Jaka Jusuf, mengatakan salah satu penyebab putusnya kabel 'Palapa Ring Tengah' akibat aktivitas gunung api di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Tahun 2019 putus karena banyak faktor. Kemarin jalurnya melewati lokasi yang banyak gunung api bawah laut. Nah terus kemudian menyebabkan kabel laut putus," sebut Mannuelson di Manado, Rabu.
Setelah putus, maka jalur 'Palapa Ring Tengah, praktis hanya bertumpu ke jalur Tobelo, Provinsi Maluku Utara.
"Dulu jalurnya kan dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, kemudian naik ke Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud," katanya menjelaskan.
Revitalisasi 'Palapa Ring Tengah' saat ini mempertimbangkan banyak faktor, dan kemudian dicari jalur alternatif dari Kota Bitung kemudian langsung ke Sangihe.
"Itu untuk menghindari aktivitas gunung api di Kabupaten Kepulauan Sitaro, di sana ada juga gunung api bawah laut Mahangetang," kata Mannuelson menambahkan.
Pada proses merevitalisasi 'Palapa Ring Tengah', kata dia, Kementerian Komdigi sebenarnya mau mendengar atau mau mengetahui langsung dari para pemangku kebijakan yang ada di daerah apa yang menjadi kebutuhan.
"Jadi bukan lagi sekedar ini top to bottom, tapi ada bottom upnya, jadi kita mendengar. Sehingga apa yang dikerjakan proyek strategis nasional nanti itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Sulawesi Utara," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aktivitas gunung api sebabkan putusnya kabel 'Palapa Ring Tengah'

Komentar