Luhut nilai keputusan Golkar dukung Prabowo bagus
Senin, 14 Agustus 2023 15:57 WIB
Politikus senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/8/2023). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)
Jakarta (ANTARA) - Politikus senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan menilai keputusan partai berlambang pohon beringin itu mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 merupakan langkah yang bagus.
"Kalau Golkar sudah menentukan sikap, saya kira bagus, nggak ada masalah," kata Luhut di Jakarta, Senin.
Menurut Luhut, dengan keputusan itu, maka Partai Golkar tidak bisa mencalonkan kader partainya sebagai bakal capres maupun bakal cawapres. Sehingga, Partai Golkar harus berkonsentrasi di pemilu legislatif.
"Saya kira keputusan Golkar untuk bergabung dengan koalisi Gerindra, ya, sudah ada keputusan. Jadi, ini sudah jelas bahwa Golkar tidak bisa mencalonkan presiden atau wapresm nggak apa. Ya, sekarang konsentrasi di legislatif," ujarnya.
Menurut Luhut, hal itu akan mendorong kekompakan dalam tubuh Partai Golkar, sehingga partai itu bisa fokus mempertahankan atau meningkatkan jumlah perolehan kursi parlemen.
Saat ditanya terkait soliditas Partai Golkar, Luhut menegaskan bahwa perbedaan dalam internal partai merupakan hal yang biasa terjadi. Dia mengaku sudah berbicara kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas partai.
Sebelumnya, Ahad (13/8), Partai Golkar bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi dengan Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.
Penandatanganan kerja sama politik itu dilaksanakan di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Ahad.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Luhut: Keputusan Golkar dukung Prabowo bagus dan tidak ada masalah
"Kalau Golkar sudah menentukan sikap, saya kira bagus, nggak ada masalah," kata Luhut di Jakarta, Senin.
Menurut Luhut, dengan keputusan itu, maka Partai Golkar tidak bisa mencalonkan kader partainya sebagai bakal capres maupun bakal cawapres. Sehingga, Partai Golkar harus berkonsentrasi di pemilu legislatif.
"Saya kira keputusan Golkar untuk bergabung dengan koalisi Gerindra, ya, sudah ada keputusan. Jadi, ini sudah jelas bahwa Golkar tidak bisa mencalonkan presiden atau wapresm nggak apa. Ya, sekarang konsentrasi di legislatif," ujarnya.
Menurut Luhut, hal itu akan mendorong kekompakan dalam tubuh Partai Golkar, sehingga partai itu bisa fokus mempertahankan atau meningkatkan jumlah perolehan kursi parlemen.
Saat ditanya terkait soliditas Partai Golkar, Luhut menegaskan bahwa perbedaan dalam internal partai merupakan hal yang biasa terjadi. Dia mengaku sudah berbicara kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas partai.
Sebelumnya, Ahad (13/8), Partai Golkar bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi dengan Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.
Penandatanganan kerja sama politik itu dilaksanakan di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Ahad.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Luhut: Keputusan Golkar dukung Prabowo bagus dan tidak ada masalah
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga/Indra Arief Pribadi
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengenang Faisal Basri, Luhut: Saya selalu hargai pemikiran dan argumen Beliau
05 September 2024 11:06 WIB, 2024
Pemerintah proyeksi investasi "family office" capai 500 miliar dolar AS
01 July 2024 12:36 WIB, 2024
Asosiasi beserta pengusaha temui Menko Luhut bahas penundaan pajak hiburan
26 January 2024 12:16 WIB, 2024
Prabowo yakin akan menangkan pilpres dengan dukungan Jokowi dan Luhut
01 December 2023 20:41 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB