Presiden Steinmeier nyatakan Islam bagian dari Jerman
Foto arsip sebagai ilustrasi berita - Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) melakukan aksi anti Islamophobia saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/4/2019). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka untuk melawan stigma terhadap Islam setelah banyak terjadi aksi teror di berbagai belaha dunia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
"Islam, agama bagi kaum Muslim, kehidupan Muslim, budaya Muslim, sudah mengakar di negara kita," kata Steimeier pada Sabtu, saat berbicara pada peringatan ke-50 tahun Asosiasi Pusat Kebudayaan Islam (VIKZ) di Koeln.
Pernyataan itu dia sampaikan di tengah rasisme dan Islamofobia yang membesar di Jerman yang dikobarkan propaganda kelompok-kelompok dan partai ekstrem kanan yang mengeksploitasi krisis pengungsi serta berupaya menanamkan kekhawatiran soal imigran.
"Dewasa ini, keragaman Islam, keragaman lebih dari lima juta Muslim, juga merupakan bagian dari negara kita," kata Steinmeier.
Dia menyebutkan, kebebasan beragama juga berarti memberikan perlindungan bagi hak-hak penganut agama.
"Jerman adalah negara yang netral secara ideologis. Namun, kebebasan beragama... berarti bahwa kita memberikan ruang bagi agama-agama dan melindungi kebebasan para penganut, semua penganut," kata dia.
Steinmeier menyampaikan hal itu setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa rasisme dan Islamofobia sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Jerman.
Total 898 insiden anti Muslim terjadi di Jerman selama 2022 dan jumlah kasus yang tidak dilaporkan masih tinggi, kata Aliansi Penentang Islamofobia dan Kebencian terhadap Muslim dalam laporannya Juni.
Menurut laporan tersebut, rasisme menjadi kejadian sehari-hari yang dialami kaum Muslim di Jerman dan bahwa banyak kasus rasisme berkaitan dengan perempuan.
Di antara kasus-kasus yang didokumentasikan, 500 kasus berupa serangan verbal seperti pernyataan provokatif, penghinaan, dan pemaksaan.
Sebelas kasus berupa surat ancaman kepada masjid-masjid dan kerap ada "ancaman-ancaman terkait kekerasan dan penghilangan nyawa". Surat-surat itu diberi simbol Nazi.
.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Steinmeier: Islam bagian dari Jerman
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Atasi Islamofobia, Malaysia kirim 30.000 Al Quran ke Australia, Kanada dan Inggris
16 September 2023 9:08 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB