KPID Riau jaring 100 konten kreator
Rabu, 20 September 2023 14:22 WIB
Suasana kegiatan KPID Riau merekrut 100 konten kreator di Pekanbaru. FOTO ANTARA/dok.
Pekanbaru (ANTARA) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menjaring 100 konten kreator berbakat di provinsi setempat dalam rangkaian memeriahkan Hari Bakti Postel ke 78 tahun 2023.
Ketua KPID Riau H Falzan Surahman dalam keterangan di Pekanbaru, Rabu menjelaskan bahwa dalam penjaringan itu pihaknya menggandeng sejumlah televisi swasta, yakni Trans TV, Trans7, CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.
"Mulai Selasa (19/9) hingga Minggu (20/9) 100 peserta itu berasal dari mahasiswa, konten kreator, freelance videographer, youtubers, pelaku usaha Production House (PH) dan juga humas pemerintahan dan lain bisa mengikuti penjaringan ini," katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini digelar berawal dari keresahan masyarakat dan pantauan KPID Riau selama ini, bahwa lembaga penyiaran dengan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) punya kewajiban untuk menayangkan 10 persen konten lokal dari total durasi siaran mereka setiap hari, namun konten selalu berulang.
Selama ini, kata dia, jarang terpenuhi kewajiban konten lokal. Jika terpenuhi itu dilakukan berulang yang ditayangkan itu-itu saja kontennya, padahal mereka selalu berdalih kekurangan bahan, hasil produksi konten kreator lokal, belum memenuhi standar dan lain lain.
"Karena itu muncul gagasan ini supaya bisa mendapatkan apa sih yang menjadi standar produksi mereka sehingga konten yang dibikin oleh lokal dapat membantu memenuhi kewajiban mereka," katanya.
Falzan mengajak semua para konten kreator, PH, mahasiswa dan lain untuk bergabung menimba ilmu bersama.
Ketua KPID Riau H Falzan Surahman dalam keterangan di Pekanbaru, Rabu menjelaskan bahwa dalam penjaringan itu pihaknya menggandeng sejumlah televisi swasta, yakni Trans TV, Trans7, CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.
"Mulai Selasa (19/9) hingga Minggu (20/9) 100 peserta itu berasal dari mahasiswa, konten kreator, freelance videographer, youtubers, pelaku usaha Production House (PH) dan juga humas pemerintahan dan lain bisa mengikuti penjaringan ini," katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini digelar berawal dari keresahan masyarakat dan pantauan KPID Riau selama ini, bahwa lembaga penyiaran dengan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) punya kewajiban untuk menayangkan 10 persen konten lokal dari total durasi siaran mereka setiap hari, namun konten selalu berulang.
Selama ini, kata dia, jarang terpenuhi kewajiban konten lokal. Jika terpenuhi itu dilakukan berulang yang ditayangkan itu-itu saja kontennya, padahal mereka selalu berdalih kekurangan bahan, hasil produksi konten kreator lokal, belum memenuhi standar dan lain lain.
"Karena itu muncul gagasan ini supaya bisa mendapatkan apa sih yang menjadi standar produksi mereka sehingga konten yang dibikin oleh lokal dapat membantu memenuhi kewajiban mereka," katanya.
Falzan mengajak semua para konten kreator, PH, mahasiswa dan lain untuk bergabung menimba ilmu bersama.
Pewarta : Frislidia
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK agendakan periksa mantan direktur Bukaka terkait kasus pembangunan jalan layang Riau
30 April 2026 12:43 WIB
BP3MI Riau terima 150 PMI nonprosedural deportasi dari Malaysia lewat Pelabuhan Dumai
27 April 2026 11:03 WIB
BGN pastikan rantai pasok bahan pangan MBG di Kepulauan Riau berjalan optimal
02 April 2026 17:31 WIB
Pemkot Tanjungpinang sepakati pinjaman daerah Rp30 miliar dengan Bank Riau Kepri Syariah
16 March 2026 18:53 WIB