
Pemkot Tanjungpinang imbau warga jaga kebersihan guna cegah hantavirus

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang Rustam mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah guna mencegah risiko penyebaran hantavirus.
"Prinsipnya, lingkungan kita harus bebas dari tikus. Kebersihan rumah harus dijaga dan sampah harus dikelola dengan baik," kata dia di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa.
Ia menyebut banyak masyarakat mengenal penyakit yang ditularkan nyamuk seperti dengue atau malaria.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa tikus juga dapat menjadi sumber penularan penyakit berbahaya, salah satunya hantavirus.
Hantavirus merupakan penyakit yang gejalanya sering sulit dikenali karena menyerupai demam biasa maupun penyakit lain seperti dengue dan leptospirosis.
Gejala awal umumnya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh terasa lemas. Kondisi ini membuat sebagian orang tidak menyadari telah terpapar virus karena mengira hanya mengalami demam biasa.
Oleh karena itu, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyiapkan pemeriksaan khusus untuk membantu identifikasi kasus.
"Virusnya ini gejalanya sulit dibedakan karena sama-sama demam. Nanti ada tes dari Kemenkes supaya bisa diketahui," ujarnya.
Rustam juga menjelaskan hantavirus bukan penyakit yang hanya ditemukan di luar negeri. Paparan virus itu pernah ditemukan di Indonesia dan berkaitan dengan keberadaan tikus sebagai pembawa virus.
Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, katanya, hantavirus menyebar melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang mencemari udara maupun permukaan benda.
Dia menyebutkan seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi, terutama saat membersihkan ruangan kotor atau area yang menjadi sarang tikus.
Lingkungan yang kotor, tumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat, hingga gudang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya tikus pembawa penyakit.
Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, warga juga dianjurkan menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang ditemukan banyak kotoran tikus guna mengurangi risiko paparan virus.
Upaya mengurangi risiko hantavirus, kata dia, tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi harus dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan pengendalian lingkungan.
"Yang paling penting itu pencegahan. Jangan biarkan rumah kotor dan banyak tikus, karena itu bisa menjadi sumber penyakit," ucapnya.
Rustam mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai keluhan yang tidak kunjung membaik, terutama jika tinggal di lingkungan dengan banyak tikus.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
