Pemkab Bintan Bagikan Bibit Salak Sari Intan
Kamis, 5 Mei 2011 10:12 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, membagikan bibit salak sari intan untuk dikembangkan beberapa kelompok tani di daerah tersebut.
"Salak sari intan yang merupakan bibit unggulan Kabupaten Bintan itu akan diserahkan kepada petani setelah diresmikan pengemangannya pada pertengahan tahun ini," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanian Bintan Kartini yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kamis.
Ia mengatakan, salak sari intan memiliki dua jenis yaitu sari intan 48 dan sari intan 541. Keduanya telah mendapatkan hak paten, dan ditetapkan Menteri Pertanian sebagai varietas unggulan baru buah salak di Indonesia.
Saat ini, kata dia, bibit salak sari intan masih ditanam di Balai Benih Bintan. "Jumlah salak sari intan belum banyak, karena itu Dinas Kehutanan dan Pertanian Bintan menciptakan kawasan penangkar di Kecamatan Bintan Timur dan Bintan Utara," katanya.
Petani yang mendapat bibit salak sari intan hanya diperkenankan mengembangkan dan menjual buahnya. Petani harus benar-benar menjaga kelestarian salak sari intan yang menurut hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, rasanya lebih baik dari varietas salak pondoh, bali dan salak gula pasir.
"Ada perjanjian antara pemerintah dengan petani yang mengembangkan salak sari intan di kawasan penangkar. Petani tidak boleh menjual bibit salak sari intan itu, melainkan harus mengembangkannya menjadi lebih banyak," ungkapnya.
Salak sari intan diperkirakan baru menghasilkan buah setelah berumur enam tahun. Salak sari intan buahnya tebal, manis, tidak ada rasa sepat, harum dan mengandung kadar tinggi vitamin C.
"Salak sari intan 48 berasal dari perwakinan silang salak gula pasir dengan pondoh. Sementara, varietas salak sari intan 541 berasal dari persilangan antara salak gondok dengan pondoh," katanya.(ANT-NP/F002/Btm2)
"Salak sari intan yang merupakan bibit unggulan Kabupaten Bintan itu akan diserahkan kepada petani setelah diresmikan pengemangannya pada pertengahan tahun ini," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanian Bintan Kartini yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kamis.
Ia mengatakan, salak sari intan memiliki dua jenis yaitu sari intan 48 dan sari intan 541. Keduanya telah mendapatkan hak paten, dan ditetapkan Menteri Pertanian sebagai varietas unggulan baru buah salak di Indonesia.
Saat ini, kata dia, bibit salak sari intan masih ditanam di Balai Benih Bintan. "Jumlah salak sari intan belum banyak, karena itu Dinas Kehutanan dan Pertanian Bintan menciptakan kawasan penangkar di Kecamatan Bintan Timur dan Bintan Utara," katanya.
Petani yang mendapat bibit salak sari intan hanya diperkenankan mengembangkan dan menjual buahnya. Petani harus benar-benar menjaga kelestarian salak sari intan yang menurut hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, rasanya lebih baik dari varietas salak pondoh, bali dan salak gula pasir.
"Ada perjanjian antara pemerintah dengan petani yang mengembangkan salak sari intan di kawasan penangkar. Petani tidak boleh menjual bibit salak sari intan itu, melainkan harus mengembangkannya menjadi lebih banyak," ungkapnya.
Salak sari intan diperkirakan baru menghasilkan buah setelah berumur enam tahun. Salak sari intan buahnya tebal, manis, tidak ada rasa sepat, harum dan mengandung kadar tinggi vitamin C.
"Salak sari intan 48 berasal dari perwakinan silang salak gula pasir dengan pondoh. Sementara, varietas salak sari intan 541 berasal dari persilangan antara salak gondok dengan pondoh," katanya.(ANT-NP/F002/Btm2)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terus lahirkan wirausaha muda, Bupati Roby buka pelatihan keahlian barber
11 February 2026 15:49 WIB
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB