Hasan ajak masyarakat Tanjungpinang tidak mubazir mengonsumsi beras
Rabu, 11 Oktober 2023 7:44 WIB
Pj Wali Kota Tanjungpinang, Hasan. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Hasan mengajak masyarakat setempat tidak mubazir mengonsumsi beras yang sudah diolah menjadi nasi.
"Makanlah sesuai porsi. Jangan mubazir," kata Hasan di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, Selasa.
Ia mengatakan pihaknya gencar menggalakkan program selamatkan pangan, sebuah gerakan yang dipelopori Gubernur Kepri Ansar Ahmad, bertujuan untuk menghindari limbah makanan.
Pemkot Tanjungpinang juga terus mengajak masyarakat gemar menanam komoditas bahan pangan di pekarangan rumah, minimal untuk kebutuhan sehari-hari, contohnya cabai dan sayur-mayur.
"Dengan adanya keinginan warga menanam bahan pangan sendiri, maka laju inflasi dapat terus ditekan," kata Hasan.
Menurut dia, saat ini angka inflasi di daerah itu masih terkendali meski terjadi kenaikan harga bahan pokok, di antaranya beras beras.
Hasan mengatakan, angka inflasi September daerah itu turun menjadi 1,53 persen, dibanding Agustus yang sebesar 2,04 persen.
"Hal ini menandakan pemkot masih bisa mengendalikan harga bahan pokok," kata Hasan.
Hasan mengakui saat ini harga bahan pangan beras, khususnya beras premium di pasaran naik Rp1.500 per kilogram hingga Rp2.000 per kilogram. Beras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut.
Kenaikan harga beras premium, kata Hasan, memang tidak bisa dielakkan karena dipengaruhi perubahan cuaca yang memicu penurunan produksi padi di daerah sentra penghasil.
Persoalan serupa juga terjadi secara nasional bahkan global, akibat adanya kebijakan sejumlah negara memilih stop ekspor beras, seperti India, Thailand, dan Vietnam.
Apalagi Tanjungpinang bukan daerah penghasil, sehingga sangat bergantung dengan distribusi beras dari daerah lain.
"Makanlah sesuai porsi. Jangan mubazir," kata Hasan di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, Selasa.
Ia mengatakan pihaknya gencar menggalakkan program selamatkan pangan, sebuah gerakan yang dipelopori Gubernur Kepri Ansar Ahmad, bertujuan untuk menghindari limbah makanan.
Pemkot Tanjungpinang juga terus mengajak masyarakat gemar menanam komoditas bahan pangan di pekarangan rumah, minimal untuk kebutuhan sehari-hari, contohnya cabai dan sayur-mayur.
"Dengan adanya keinginan warga menanam bahan pangan sendiri, maka laju inflasi dapat terus ditekan," kata Hasan.
Menurut dia, saat ini angka inflasi di daerah itu masih terkendali meski terjadi kenaikan harga bahan pokok, di antaranya beras beras.
Hasan mengatakan, angka inflasi September daerah itu turun menjadi 1,53 persen, dibanding Agustus yang sebesar 2,04 persen.
"Hal ini menandakan pemkot masih bisa mengendalikan harga bahan pokok," kata Hasan.
Hasan mengakui saat ini harga bahan pangan beras, khususnya beras premium di pasaran naik Rp1.500 per kilogram hingga Rp2.000 per kilogram. Beras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut.
Kenaikan harga beras premium, kata Hasan, memang tidak bisa dielakkan karena dipengaruhi perubahan cuaca yang memicu penurunan produksi padi di daerah sentra penghasil.
Persoalan serupa juga terjadi secara nasional bahkan global, akibat adanya kebijakan sejumlah negara memilih stop ekspor beras, seperti India, Thailand, dan Vietnam.
Apalagi Tanjungpinang bukan daerah penghasil, sehingga sangat bergantung dengan distribusi beras dari daerah lain.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNNP Kepri gagalkan peredaran 4,9 Kg sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah
07 February 2026 10:20 WIB
Kejari Tanjungpinang terima uang pengganti perkara korupsi LPP TVRI Rp3,5 miliar
05 February 2026 5:10 WIB
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Disbudpar Batam sebut transportasi AirFish tambah daya tarik wisman Singapura
07 February 2026 11:30 WIB
Harga emas di Pengadaian Sabtu 7 Februari, UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 9:12 WIB