Dubai (ANTARA) - Indonesia mengajak negara pulau dan kepulauan berkolaborasi dengan berbagi pengetahuan dan inovasi konkret menyentuh masyarakat, agar bisa mandiri menghadapi imbas perubahan iklim yang mengancam kawasan pesisir.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan, Maritim, dan Energi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi saat menghadiri konferensi perubahan iklim COP28 UNFCCC mengatakan negara pulau dan kepulauan menghadapi kenaikan permukaan air laut yang membuat tinggi muka air laut meningkat dan mengancam hilangnya wilayah pesisir, bahkan pulau.

 

"Kita harus bisa mandiri, tidak bisa bergantung kepada negara-negara maju," ujar Jodi dalam keterangan di Dubai, Sabtu.

 

Jodi menuturkan inisiatif kolaborasi yang dilakukan baru-baru ini adalah pelatihan untuk pemanfaatan floating fishing net sederhana untuk Negara Fiji, sehingga masyarakatnya bisa memanfaatkan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
 

 

Menurutnya, negara pulau dan kepulauan harus solid dan memanfaatkan Forum Archipelagic and Island State (AIS) untuk berkolaborasi menghadapi persoalan yang dihadapi kawasan pesisir.

 

Forum AIS merupakan wadah kerja sama antar negara pulau dan kepulauan yang bertujuan memperkuat kolaborasi mengatasi empat masalah global yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim.

 

Indonesia merupakan salah satu pendiri Forum AIS yang diluncurkan pada tahun 2018 lalu.

   

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI ajak negara pulau dan kepulauan kolaborasi hadapi perubahan iklim