Batam (ANTARA News) - Harga daging sapi di Kota Batam, Provisi Kepulauan Riau, masih normal dan tidak terpengaruh penutupan impor sapi hidup dari Australia.

Pedagang di pasar tradisional Kota Batam mengatakan harga daging sapi selama beberapa minggu terakhir berkisar Rp70 ribu -75 ribu/kg.

"Tidak ada kenaikan harga, masih sama seperti minggu lalu, Rp70-75 ribu/kg, tergantung kualitasnya," kata pedagang daging sapi di pasar Mitra Raya Batam, Ismail, Rabu.

Ia memperkirakan harga daging sapi akan stabil setidaknya sampai jelang puasa pada akhir Juli.

"Bisa jadi nanti harganya mencapai Rp80.000/kg," tambah dia.

Pasokan sapi hidup di Kota Batam berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra (Jambi dan Lampung) kemudian ditampung dan dipotong di tempat pemotongan hewan Sei Temiang.

"Sejauh ini pasokan sapi di Batam masih lancar," ucap Ismail.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli mengatakan pasokan sapi ke Batam masih mencukupi.

"Stok sapi siap potong yang berada di tempat penampungan dan pemotongan hewan milik KP2K di Sei Temiang masih sekitar 100 ekor," tambah dia.

Yunelli mengatakan, kebutuhan akan sapi di Kota Batam, kata Sri, sekitar 5 hingga 10 ekor/hari.

"Setidaknya minimal 10 hari ke depan masih aman," kata dia.

Jika tidak ada kenaikan permintaan, ucap dia, sapi baru akan dipasok lagi pada awal Juli.
 
"Tidak ada masalah, awal Juli kami memasok daging sapi. Mudah-mudahan tercukupi," ujar Yunelli.

(ANT-L/Btm1)